PADANG – Fakultas Peternakan Universitas Andalas menilai pengembangan kambing etawa di Padayo, Kota Padang, memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal itu terlihat dari keterlibatan akademisi Unand dalam Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa yang digagas UPZ Baznas Semen Padang.
Wakil Dekan II Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Nurhayati, mengapresiasi UPZ Baznas Semen Padang yang telah melibatkan perguruan tinggi dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan akademisi merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kami merasa bangga dapat terlibat dalam program kambing etawa ini. Bagi perguruan tinggi, keterlibatan dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Nurhayati menilai peternakan merupakan salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan usaha peternakan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Ada ungkapan bahwa negeri yang kaya akan ternak tidak akan miskin. Peternakan memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pangan, lapangan kerja, dan penghasilan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Fakultas Peternakan Universitas Andalas terbuka untuk terus bekerja sama dengan UPZ Baznas Semen Padang maupun berbagai pihak dalam kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan peternakan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kapasitas peternak.
“Kami terbuka untuk menjalin kerja sama dalam berbagai program yang relevan dengan bidang keilmuan Fakultas Peternakan Universitas Andalas,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Nurhayati juga menyoroti sejumlah faktor teknis yang menentukan keberhasilan usaha peternakan kambing etawa. Salah satu faktor terpenting adalah kualitas bibit yang akan menentukan produktivitas ternak apabila didukung dengan pengelolaan yang baik.
“Bibit kambing yang ada di Padayo sudah sangat baik dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada manajemen pemeliharaan. Untuk itu, peternak perlu memperhatikan kualitas dan ketersediaan pakan, kebersihan kandang, kesehatan ternak, pengelolaan reproduksi, serta pencatatan usaha.
Tanpa manajemen yang baik, potensi bibit unggul tidak akan menghasilkan produktivitas yang maksimal. Selain itu, peternak juga perlu memahami standar pengelolaan susu agar produk yang dihasilkan tetap higienis, berkualitas, dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya. (*)












