PADANG – Suasana di hunian sementara (huntara) Kecamatan Koto Tangah dan Pauh, Padang, terasa berbeda pada Kamis (12/3) lalu. Ratusan warga yang menjadi penyintas bencana banjir bandang tampak sumringah menyambut kedatangan rombongan Serikat Pekerja PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru.
Kehadiran insan Pegadaian ini bukan sekadar kunjungan biasa. Mereka datang membawa misi kemanusiaan: memastikan 220 keluarga yang masih bertahan di huntara dapat menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah dengan tenang lewat bantuan paket sembako dan santunan tunai.
Lebih dari Sekadar Paket Sembako
Bagi Eriyanti, seorang warga di Koto Tangah, bantuan tersebut datang bagaikan oase di tengah masa-masa sulit pascabencana. Baginya, bantuan beras, telur, dan uang tunai yang diterima merupakan bentuk nyata bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
“Senang sekali. Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi lebaran sudah di depan mata,” tuturnya dengan nada penuh haru.
Di lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Pauh, Julita juga merasakan kelegaan yang sama. Perjuangan memulihkan kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal akibat banjir bukanlah perkara mudah. Kehadiran bantuan ini dirasakan Julita sebagai dukungan moril yang sangat berarti bagi keberlangsungan dapur keluarganya.
Gotong Royong Insan Pegadaian
Ketua Serikat Pekerja PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Abdul Malik, mengungkapkan bahwa bantuan ini lahir dari inisiatif kolektif karyawan. Segenap insan Pegadaian menyisihkan sebagian rezekinya untuk diubah menjadi paket bantuan yang disalurkan secara merata, masing-masing 110 paket untuk warga di Koto Tangah dan 110 paket untuk warga di Pauh.
“Ini adalah panggilan hati dari rekan-rekan insan Pegadaian. Kami ingin hadir dan berbagi beban dengan masyarakat yang terdampak. Harapan kami, bantuan ini bisa sedikit meringankan keresahan warga, terutama dalam mencukupi kebutuhan pokok menyambut hari raya,” ujar Abdul Malik.
Merawat Harapan di Hunian Sementara
Aksi ini menjadi potret hangat bagaimana solidaritas korporasi dapat menyentuh aspek paling mendasar kehidupan masyarakat. Di tengah keterbatasan hunian sementara, aksi nyata Serikat Pekerja Pegadaian memberikan secercah harapan dan optimisme bagi para penyintas.
Meskipun musibah telah berlalu, kehadiran pihak-pihak yang peduli seperti Serikat Pekerja Pegadaian menunjukkan bahwa semangat gotong royong di Kota Padang tetap terjaga, memastikan bahwa semangat untuk bangkit terus menyala hingga masa pemulihan tiba.












