Ada yang Lebih Layak, Sejumlah Masyarakat Taram Tolak BLT Dana Desa

  • Whatsapp
Ilustrasi. (*)

SARILAMAK – Sejumlah masyarakat di nagari Taram, Kecamatan Harau, menolak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, meskipun telah terdaftar dan masuk dalam data penerima bantuan itu. Masyarakat itu beralasan, masih banyak warga lain yang membutuhkan tapi belum masuk dalam daftar penerima.

Walinagari Taram Defrianto Ifkar, menyampaikan hal itu, saat menerima kunjungan kerja DPRD Sumbar ke nagari itu, Minggu (7/6).

BACA JUGA

Menurut walinagari, ada beberapa keluarga yang diusulkan untuk menerima BLT Dana Desa ini menolak untuk menerimanya dan mereka meminta untuk dialihkan ke masyarakat yang lebih membutuhkan.

“Kami bangga dan berbahagia, masih ada anak nagari Taram yang memiliki jiwa seperti itu. Ini telah menunjukan kesadarannya untuk tidak selalu mengharapkan bantuan pemerintah, apalagi dalam situasi sulit dimana pandemi Covid-19 ini menghatam segala lini masyarakat,” ujar walinagari terbaik nasional tahun 2019 itu.

Rombongan dari DPRD Provinsi Sumbar yang melakukan kunjungan kerja itu adalah Komisi 1 yang diketuai oleh Syamsul Bahri. Dalam rombongan itu juga ada Sekretaris Komisi 1 Nur Anas, Bakri Bakar, dan beberapa anggota serta staf sekretariat. Mereka juga didampingi oleh Kadis DPMD Sumatera Barat Syafrizal Ucok dan tenaga ahli pendamping tingkat Provinsi. Rombongan itu, dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Irsyad Syafar, yang juga merupakan putra daerah Payakumbuh.

“Kami dari DPRD Sumbar memberi apresiasi yang luar biasa terhadap anak nagari Taram, yang telah menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan sifat kemandirian yang berkarakter. Masyarakat yang tidak bersedia menerima BLT Dana Desa telah menunjukan puncak tertinggi persaudaraan yang ikhlas dan ini patut menjadi contoh untuk daerah-daerah lainnya di Sumbar,” ucap Irsyad Syafar, saat memberikan sambutannya.

Kepala Dinas DPMD/N Kabupaten Limapuluh Kota A. Zuhdi Perama, pada kesempatan itu, menyampaikan permohonan maaf dari bupati yang tidak bisa hadir. Selain itu, juga disampaikan pemberian BLT dana desa di Limapuluh Kota telah dilaksanakan dengan baik sejak bulan puasa lalu. (bule)

BERITA TERKAIT