BATUSANGKAR – Minat masyarakat Lintau Buo sekitarnya untuk mendidik anaknya di MTsN 9 Tanah Datar cukup tinggi, namun akibat keterbatasan ruang belajar tak semua tertampung.
“Madrasah membutuhkan lima ruang belajar lagi,” kata Kepala MTsN 9 Syafniati saat menerima kunjungan Kakankemenag Tanah Datar H. Syahrul.
Pada kegiatan digelar di aula madrasah yang berada di Nagari Panggian Kecamatan Lintau Buo, Kamis (25/2), Syafniati mengatakan saat ini anak didiknya berjumlah 633 dengan 20 Rombel, yang sebenarnya banyak mendaftar tahun ajaran ini, namun akibat daya tampung sarana terbatas madrasah melaksanakan rangkain seleksi penerimaan sedikit ketat.
Untuk ini, ia berharap agar adanya penambahan ruang belajar pada Kankemenag untuk diusulkan ke Kanwil, karena lahan untuk itu masih tersedia.
Sedangkan, tenaga pengajar dan pegawai sebanyak 47 orang sebagian berstatus honarer.juga berharap diusulkan jadi ASN atau GTT/PTT.
Sementara, Ketua Komite H. Afandi Yakin juga berharap adanya gedung untuk asrama siswa sehingga kegiatan tahfiz dan kegiatan keagamaan lainnya bisa lebih intens dilaksanakan.
Saat itu, Kakankemenag Syahrul mengajak agar guru dan ASN untuk melaksanakan 5 Budaya Kerja lembaga yang harus dilaksanakan, yani punya Integritas, Profesional, Inovasi, Tanggung jawab dan Keteladanan.
“Guru, pegawai dan kepala dituntut untuk bertanggungjawab menjaga madrasah agar lebih baik, kemudian menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam mendidik anak,” timpalnya.
Kegiatan ini juga diikuti ketua Bendahara Komite Herni Chandra, serta tokoh masayarakat Buo Yulkusmayanto, diserahkan piagam Satyalancana Karya Satya tanda kehormatan Presiden RI pada tiga ASN, yaknj Syafniati masa kerja XX tahun, Rinalson X tahun dan Megawati X tahun. (ydi)












