BATUSANGKAR — Seorang mahasiswi yang Jumat (28/8) lalu dilaporkan positif Covid-19 batal masuk data konfirmasi Kabupaten Tanah Datar, rupanya dia masuk ke dalam data Kota Bukittinggi. Dengan demikian, kasus tersebut tidak menambah angka akumulasi di daerah berjuluk Luak Nan Tuo.
Sementara itu, tadi malam diperoleh informasi, terjadi penambahan satu pasien positif Covid-19 lagi. Kali ini berasal dari Lintau Buo yang selama ini nihil kasus positif Covid-19.
“Penambahan satu orang positif Covid-19 pada Jumat lalu yang diswab di Bukittinggi dengan status mahasiswi, masuk data Bukittinggi. Dia mengambil sampel untuk uji swab di Bukittinggi keperluan magang. Kuliahnya juga di Bukittinggi. Oleh pemprov, sudah dimasukkan ke dalam data kasus nasional,” sebut Kasubag Humas Setdakab Tanah Datar Muharwan, tadi pagi.
Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi yang merupakan warga Tigo Tumpuak, Kecamatan Limo Kaum, dinyatakan positif terpapar Covid-19. Mahasiswi yang berusia 20 tahun itu merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG), dan menjalani isolasi mandiri.
Disebutkan, dengan berpindahnya data ke Bukittinggi dan terjadi penambahan jumlah kasus positif di Tanah Datar, angka akumulasi kasus positif Covid-19 tetap pada posisi 105 orang, hingga Selasa (1/9) pagi.
“Pada Senin (31/8) malam ada informasi penambahan kasus positif baru, yakni seorang laki-laki berusia 27 tahun yang merupakan warga Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo. Dia dikenal sebagai seorang qari dan diduga terpapar karena kontak erat dengan kasus konfirmasi. Kini menjalani perawatan di RSUP M. Djamil Padang,” terangnya.
Berdasarkan data yang disiarkan Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tanah Datar pagi kemarin, tercatat suspek Covid-19 sebanyak sebelas orang, probable satu orang, dan pelaku perjalanan 128 orang. Sedangkan angka kasus positif sebanyak 105 orang.
Kasus terkonfirmasi positif itu, satu orang menjalani perawatan di RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar, dua orang di RS Unand Padang, satu orang RSAM Bukittinggi, tujuh orang RSUP M. Djamil Padang, lima orang di RSUD Rasidin Padang, 23 orang menjalani karantina di BKPSDM Baso, 35 orang isolasi mandiri, dua orang meninggal dunia, dan 28 orang sudah dinyatakan sembuh.
“Bersamaan dengan informasi kasus positif seorang qari dari Lintau Buo itu, kita juga memperoleh kabar baik dari laboratorium, bahwa terjadi penambahan tiga pasien yang dinyatakan sembuh,” katanya.(mus)












