LANGKAH NYATA MAHASISWA KKN UNP: Edukasi Antibullying bagi Siswa SD di Batu Manjulur

SIJUNJUNG – Mahasiswa KKN UNP yang bertugas di Nagari Batu Manjulur menghadirkan program edukasi anti-bullying bagi siswa SDN 04 dan SDN 13 sebagai upaya membangun kesadaran sejak dini akan pentingnya sikap saling menghargai antar sesama teman.

Minimnya pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk bullying serta cara menyikapinya kerap membuat perilaku tersebut dianggap sebagai hal yang wajar.

Merespons persoalan tersebut, mahasiswa KKN yang ditempatkan di Nagari Batu Manjulur, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, di bawah koordinasi Egi Tioza Asda (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNP) selaku ketua kelompok menghadirkan program sosialisasi dan edukasi pencegahan bullying bagi siswa SDN 04 dan SDN 13.

Kegiatan edukasi di SDN 04 dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026 dengan sasaran siswa kelas 5 dan 6. Materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampaknya bagi korban, serta cara menyikapi dan melaporkannya disampaikan oleh Elita Trianita Sari (Pendidikan Tari, UNP), Annisa Salsabilla Damanik (Psikologi, UNP), Mutia Istifaroh (Teknik Elektro Industri, UNP), Zakiyah Ahmad (Ilmu Administrasi Negara, UNP), dan Faric Arrahman (Pendidikan Teknik Elektronika, UNP), Fathan Alsauki (Pendidikan Teknik Otomotif, UNP) dengan metode interaktif berupa diskusi, ice breaking, dan simulasi bagaimana bulliying itu agar siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Baca Juga  Ketua Dharma Wanita UNP, Asmar Yulastri, Jadi Guru Besar

Sementara itu, di SDN 13 kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026 dengan sasaran siswa kelas 1 sampai 3 yang dipandu oleh Chanesti Nefti Kumala (Kimia Non-Kependidikan, UNP), Rahma Andini Helfides (Sastra Indonesia, UNP) , dan Khairandy Rahmat Putra (Teknik Elektro Industri, UNP), serta kelas 4 sampai 6 yang dipandu oleh Septi Yulianti (Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan, UNP), Egi Tioza Asda (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNP), dan Elsa Desriani (Pendidikan Seni Rupa, UNP).

Penyesuaian materi dan metode penyampaian dilakukan sesuai jenjang usia siswa, mulai dari cerita bergambar dan permainan sederhana untuk kelas rendah, hingga diskusi bersama untuk kelas tinggi, sehingga pesan anti-bullying dapat tersampaikan secara efektif kepada seluruh siswa.

Suksesnya program ini juga tidak lepas dari dukungan pihak terkait, yakni pihak SDN 04 dan SDN 13 yang membuka ruang kelas dan memfasilitasi siswa untuk mengikuti kegiatan, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan perangkat Nagari Batu Manjulur yang mendukung penuh terlaksananya program edukasi anti-bullying ini.

Dari kegiatan yang diikuti oleh siswa SDN 04 dan SDN 13, sebagian besar siswa kini lebih memahami apa yang dimaksud dengan bullying, mampu mengenali bentuk-bentuknya, dan berani bersikap ketika melihat atau mengalami tindakan tersebut. Perubahan sikap dan pemahaman siswa menjadi bukti nyata bahwa edukasi sejak usia dini dapat membentuk lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi semua.

Baca Juga  Urai Sampah Plastik Jadi Solar: Langkah Kolaboratif Mahasiswa KKN UNP dan Warga Nagari Sungai Duo

“Ke depannya, kami berharap ada lebih banyak kegiatan edukasi semacam ini, agar anak-anak tidak hanya paham secara teori, tetapi juga bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kepala SDN 04.

“Kami menyambut baik kegiatan edukasi anti-bullying yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN ini. Kami merasa kegiatan ini sangat penting, karena anak-anak usia SD memang membutuhkan edukasi seperti ini,” ujar Kepala SDN 13.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Mahasiswa KKN berencana untuk terus memantau penerapan sikap anti-bullying oleh siswa SDN 04 dan SDN 13, sekaligus membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan pihak sekolah dan perangkat nagari dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari perundungan.

Sebagaimana semangat kebersamaan yang selalu dijunjung tinggi masyarakat Minangkabau, perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil dan kepedulian bersama. Kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat Nagari Batu Manjulur menjadi bukti bahwa lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dapat diwujudkan bersama-sama. (r)