Mahasiswa KKN UNP Latih KWT Nagari Sitiung Olah Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai Ekonomi

DHARMASRAYA –Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) di Pendopo Balai Jorong Piruko Timur, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya.

Kegiatan dihadiri KWT Sejahtera (Piruko Utara) dan KWT Anggraini (Piruko Timur). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu-ibu KWT dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan ramah terhadap lingkungan.

Program ini digagas mahasiswa KKN UNP sebagai upaya menjawab permasalahan pengelolaan limbah rumah tangga di tengah masyarakat.

Di bawah koordinasi Ketua Kelompok KKN UNP Nagari Sitiung, Miftahul Huda, program dirancang agar tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan praktis dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat. Pelaksanaan program turut mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Hilmainur Syampurma, S.Pd., M.Pd., AIFMO-P, serta dukungan serta arahan dari Perangkat Nagari Sitiung yang berhadir sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Pengelolaan limbah rumah tangga masih menjadi persoalan yang dihadapi banyak masyarakat. Minyak jelantah, sisa sayuran, dan cangkang telur umumnya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan lebih lanjut. Padahal, apabila dikelola secara tepat, limbah tersebut dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomi, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Baca Juga  Apa itu Tunaiku? Berikut Fakta Tunaiku dari Amar Bank

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu KWT diajak mengubah cara pandang terhadap limbah rumah tangga. Bahan-bahan yang selama ini dianggap tidak berguna atau bahkan dibuang begitu saja, kini diperkenalkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai guna, bahkan juga berpotensi menjadi peluang usaha yang mampu menambah pendapatan ekonomi keluarga.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik rumah tangga. KWT memperoleh pemahaman mengenai berbagai jenis limbah yang masih dapat dimanfaatkan, seperti minyak jelantah, sisa sayuran, dan cangkang telur, beserta dampak negatif yang ditimbulkan apabila limbah tersebut dibuang tanpa pengelolaan yang baik. Selain itu, dijelaskan pula manfaat ekonomi dan lingkungan yang dapat diperoleh melalui pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan sejumlah inovasi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga. Salah satu inovasi yakni pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Anggota KWTaktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi mengenai pemilihan bahan, teknik pembuatan, hingga strategi menghasilkan lilin aromaterapi yang berkualitas dan memiliki daya tarik apabila dipasarkan.

Tidak hanya itu, peserta juga memperoleh pelatihan pembuatan pupuk kompos dari limbah sayuran rumah tangga. Sisa-sisa sayuran yang biasanya dibuang diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman pekarangan, tanaman hortikultura, maupun berbagai jenis tanaman produktif lainnya.

Baca Juga  Tengah Pesta Sabu, Empat Pemuda Diamankan Polsek Padang Selatan

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar cangkang telur. Kandungan kalsium yang tinggi pada cangkang telur dimanfaatkan sebagai nutrisi tambahan bagi tanaman melalui proses pengolahan yang sederhana dan mudah diterapkan. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada peserta bahwa hampir seluruh limbah organik rumah tangga masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan apabila dikelola secara tepat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya kolaborasi antara mahasiswa KKN UNP dan KWT dalam mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih produktif.

“Terima kasih kepada mahasiswa KKN UNP yang telah memberikan edukasi serta pelatihan pengolahan limbah kepada kami,” kata  Bude Utami Ketua KWT Piruko Timur.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNP Hilmainur Syampurma menilai  program pengolahan limbah rumah tangga yang dilaksanakan mahasiswa telah menunjukkan kemampuan dalam menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan yang edukatif dan aplikatif.

Melalui pendampingan selama pelaksanaan KKN, mahasiswa didorong untuk merancang program yang tidak hanya bermanfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu memberikan dampak yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara mahasiswa KKN UNP , KWT, Perangkat Nagari Sitiung, dan masyarakat, inovasi pengolahan limbah rumah tangga ini diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat. (rel)