AGAM – Simpang siur dan polemik di media sosial mengenai lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih di Nagari Sianok Anam Suku, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam menemui titik terang. Berbagai pihak berwenang angkat bicara demi meluruskan informasi keliru yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sianok Anam Suku, Asril Hanas Dt. Bungsu, menegaskan penentuan lokasi proyek ini sama sekali tidak dilakukan sepihak. Keputusan tersebut lahir dari proses diskusi dan kajian panjang yang melibatkan Pemerintah Nagari, KAN, serta Badan Musyawarah (Bamus).
Koperasi yang sangat dinantikan warga ini dibangun di atas tanah ulayat nagari seluas kurang lebih 1.000 meter persegi, dengan rencana luas bangunan mencapai 600 meter persegi. Agar memudahkan pelayanan kepada masyarakat, posisinya sengaja ditempatkan persis di samping Kantor Wali Nagari Sianok Anam Suku.
”Keberadaan koperasi ini menguntungkan masyarakat. Kami senang dan merasa diperhatikan. Harapannya, kebutuhan sehari-hari masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Dt. Bungsu saat memberikan keterangan di Kantor Walinagari Anam Suku, Senin (6/7/2026).
Masyarakat setempat menyambut proyek ini dengan antusiasme tinggi. Kehadiran koperasi dengan konsep kedai serba ada (toserba) dinilai menjadi jawaban atas kerinduan warga akan pusat pemenuhan kebutuhan pokok yang dekat dan lengkap.
Menurutnya, koperasi Merah Putih ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang antara lain seperti transportasi dan klinik kesehatan.
Selama dua tahun pertama, operasional koperasi akan didampingi personel Kodim 0304/Agam.
Menanggapi isu lingkungan, Wali Nagari Sianok Anam Suku, Eric Joulians St. Palindih, memastikan pemilihan lahan ini sudah melalui perhitungan matang. Berada di dataran yang lebih tinggi dengan jarak sekitar 49 meter dari bibir Batang Sianok, lokasi ini dipastikan aman dari ancaman luapan banjir.
”Kami sudah mencari sejumlah alternatif lokasi sebelumnya. Setelah dikaji, lahan di samping kantor wali nagari inilah yang terbaik karena paling mudah dijangkau dan dekat dengan jalan raya,” jelas Eric.
Sebelumnya , Komandan Kodim 0304/Agam, Letkol Inf. Dwi Santoso, memberikan bantahan keras terhadap hoaks yang beredar di media sosial. Isu yang menyebut koperasi tersebut dibangun di tempat terpencil dan sulit diakses langsung dipatahkannya berdasarkan fakta di lapangan.
Letkol Inf. Dwi Santoso memaparkan lokasi pembangunan justru berada diLokasi Koperasi Merah Putih di Sianok erlintasan harian masyarakat dari Bukittinggi menuju Agam, sekaligus berada di kawasan magnet wisata Ngarai Sianok.
”Lokasi koperasi ini ramai oleh permukiman warga, mudah dijangkau kendaraan, dan berada di kawasan objek wisata. Jadi, tuduhan bahwa lokasinya terisolasi itu sama sekali tidak benar,” pungkas Dandim tegas. (gdo)












