Seribuan Bundo kanduang Sedunia Ikuti Kongres

Kongres bundo sedunia. (ist)

Batusangkar – Seribuan Bundo kanduang sedunia mengikuti kongres di gedung Nasional Maharajo Dirajo, Jumat (27/6). Program bersama antara Bundo Kanduang Tanah Datar bersama Bundo Kanduang Provinsi diinginkan menjadi wadah memperkuat peran perempuan Minangkabau dalam menjaga adat, budaya, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Bupati Eka Putra mengapresiasi kehadiran bundo kanduang yang berasal dari seluruh kecamatan di Tanah Datar, berbagai daerah di Indonesia hingga Malaysia dan Australia.

“Kehadiran sekitar seribu Bundo Kanduang hari ini menjadi bukti kuatnya ikatan masyarakat Minangkabau dengan kampung halaman,” ujar Eka Putra.

Katanya, pemerintah daerah bermaksud untuk menjadikan ruang memperkuat pengetahuan, persatuan, serta peran bundo kanduang sebagai penjaga adat dan pembentuk karakter generasi Minangkabau.

Menurut Bupati, bundo kanduang adalah limpapeh rumah nan gadang, pendidik utama anak kemenakan, sekaligus penjaga adat dan kehormatan kaum. Eka Putra berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi Minangkabau yang cerdas, berdaya saing, menguasai teknologi, namun tetap menjunjung tinggi adat dan nilai-nilai agama.

Baca Juga  Pemkab Tanah Datar Masih Cari Penyebab Terjadinya Kasus Stunting

Ketua TP-PKK Tanah Datar sekaligus Penasehat Bundo Kanduang Ny. Lise Eka Putra mengatakan setiap pertemuan bundo kanduang akan diisi dengan materi edukasi tentang adat, agama, kesehatan, dan berbagai pengetahuan yang bermanfaat.

“Setiap pertemuan harus memberikan nilai tambah. Karena bundo kanduang adalah tiang utama dalam keluarga, maka penting untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kapasitas diri,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas perempuan akan berdampak langsung terhadap pembentukan keluarga yang harmonis dan lahirnya generasi berkualitas.

“Kalau bundonya sehat, cerdas, dan memahami adat serta agama, insyaallah anak-anaknya juga akan tumbuh menjadi generasi yang baik,” tuturnya.

Baca Juga  SMP 1 Tanjung Baru dan SMP 1 Lintau Buo Sekolah Binaan Bundo Kanduang Tanah Datar

Menurut Kadis Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tanah Datar Hendra Setyawan mengatakan bahwa kongres ini merupakan agenda dua tahunan.

“Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi bundo kanduang dari berbagai daerah dan mancanegara sekaligus memperkuat pemahaman mengenai peran, kedudukan, serta pelestarian budaya Minangkabau,” katanya.

Pesertanya berasal dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, luar provinsi, seluruh kecamatan dan nagari serta bundo kanduang dari Malaysia dan Australia.

Katanya, program ini diharapakan akan jadi penguatan peran perempuan dalam melestarikan adat, budaya, dan kearifan lokal, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan berbasis nilai-nilai Minangkabau. (ydi)