Konsolidasi Organisasi, PGRI Sijunjung Diharapkan Buat Terobosan di Bidang Pendidikan

Bunda Guru diapit Kadis Dikbud dan Ketua PGRI foto bersama peserta konsolidasi. (SL)

Sijunjung – Tidak semua guru menjadi anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sijunjung. Sejatinya, anggota PGRI adalah yang memenuhi ketentuan yang ada dalam Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT). Ketentuan ini berlaku mulai dari Pengurus Besar (PB) sampai ke pengurus tingkat paling bawah yaitu Cabang (kecamatan).

Hal itu dijelaskan Ketua PGRI Sijunjung, Syaiful Husein saat memberikan sambutan di hadapan peserta konsolidasi organisasi yang diselenggarakan oleh Cabang Sijunjung, Rabu (15/4) di Balairung Kantor Bupati setempat. Konsolidasi Organisasi yang dihadiri 200 lebih anggota yang mewakili seluruh jenjang pendidikan yang ada di Kecamatan Sijunjung, juga hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bunda Guru, Camat dan Kapolsek Sijunjung.

Sosok ketua yang sudah dua periode memimpin PGRI Sijunjung berharap, setelah konsolidasi ini, semua anggota bisa memahami arti dan tujuan organisasi PGRI. PGRI senantiasa melakukan berbagai terobosan dan selalu berkoordinasi dengan semua pihak terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga  Pengurus PGRI Audiensi dengan Kajari Sijunjung, Bahas Perlindungan Hukum bagi Guru

Dalam perjuangan yang tak pernah henti, PGRI selalu menyuarakan bagaimana para guru selalu nyaman dalam menjalankan tugas. Artinya, perlindungan guru saat proses pembelajaran berjalan adalah hal yang harus didapat. Selain itu, kesejahteraan dan peningkatan keprofesionalan juga menjadi bagian utama perjuangan organisasi. Untuk itu Syaiful menghimbau “Jangan pernah tanya apa yang bisa aku perdapat, tetapi mari kita fikirkan apa yang bisa kita perbuat,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, Puji Basuki, SP. MMA, sangat mengapresiasi terobosan dan kegiatan yang dilaksanakan PGRI. Diakui, PGRI sangat banyak memberikan masukan dan ada tempat berkoordinasi, berdiskusi dan bahkan berdebat dalam saling mahami ruang kerja yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya dengan Ketua serasa adek dengan kakak, teman diskusi, partner kerja yang selalu memberikan dan menerima masukan. Saya sangat terbantu dengan keberadaan PGRI,” ujar Basuki.

Diharapkan setelah konsolidasi ini PGRI Cabang Sijunjung dapat melahirkan suatu kesepakatan dan pemahaman yang sama, untuk mencapai cita cita perjuangan organisasi. Tidak ada lagi perbedaan pandangan terutama dalam menjalankan apa yang menjadi kewajiban sebagai anggota.

Baca Juga  Maling Beraksi di Perumahan Salasah Indah Sijunjung, Lima Rumah Dibobol

Sementara, Bunda Guru, Nedia Fitri Benny Dwifa, merasa tersanjung bisa hadir bersama para guru. Setelah ia dinobatkan sebagai Bunda Guru Kabupaten Sijunjung, ia bertekad akan selalu mendukung kegiatan dan perjuangan PGRI. ” Tanpa guru, semua elemen pemerintah, stakeholder dan semua lapisan masyarakat tidak ada apa apanya, karna berkat gurulah kita semua bisa seperti ini,” sebutnya.

Sebelumnya, Ketua Cabang PGRI Sijunjung, Andi Furnandi, M.Pd, didampingi Ketua Panitia Randi Kurniadi, S.Pd dan Sekretarisnya Deru Andrea, S.Pd, menyebutkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan di Balairung Lansek Manih dihadiri oleh 200 lebih guru yang mewakili seluruh sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, SMP/MTs, SMA/SMK baik negeri maupun sekolah swasta. (SL)