Wawako Bukittinggi Ingatkan Jangan Gunakan Bansos untuk Judol dan Rokok

BUKITTINGGI – Pemerintah Kota Bukittinggi menyalurkan bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) Triwulan I Tahun 2026 yang menyasar 394 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru di aula balaikota, Rabu (1/4).

​Bantuan melalui PT Pos ini diserahkan secara simbolis Wakil Walikota Bukittinggi, Ibnu Asis, didampingi Ketua LKKS Ny. Yesi Ramlan Nurmatias.

​Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Roza Wahyuni, mengungkapkan penyaluran kali ini terasa istimewa karena menyasar masyarakat yang sebelumnya belum pernah tersentuh bantuan sosial. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp281.550.000.

​”Ada 394 KPM yang merupakan penerima baru. Sebarannya mencakup 192 KPM di Mandiangin Koto Selayan, 141 KPM di Guguk Panjang, dan 61 KPM di Aur Birugo Tigo Baleh,” rincinya.

Baca Juga  Polres Bukittinggi Sita 19 Paket Ganja, Dua Tersangka Ditahan

​Sementara Ibnu Asis menegaskan perlindungan sosial adalah prioritas utama pembangunan kota. Menurutnya, bantuan ini adalah wujud nyata kehadiran negara bagi keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam DTKS Desil 1 hingga 4.

​Namun, wawako memberikan peringatan keras terkait pemanfaatan dana bantuan tersebut. Ia meminta warga bijak dalam membelanjakan dana yang diterima.

​”Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk kebutuhan rumah tangga. Tidak diperkenankan digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat seperti rokok, minuman keras, narkoba, apalagi judi online,” tegas Ibnu Asis.

Baca Juga  Kantor Imigrasi Agam Buka Layanan Keimigrasian di Istano Pagaruyuang

​Senada dengan itu Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, menekankan pemerintah terus berupaya meringankan beban ekonomi warga, khususnya dalam pemenuhan pangan, kesehatan, dan pendidikan.

​Ia juga mengingatkan agar masyarakat memahami adanya perbedaan besaran nominal bantuan karena disesuaikan dengan komponen keluarga yang telah diverifikasi.

“Besaran bantuan bervariasi sesuai komponennya, jadi tidak perlu dibanding-bandingkan. Harapannya, ini menjadi berkah dan mampu mendorong penurunan angka kemiskinan di kota kita,” pungkasnya. (gdo)