PADANG – Intervensi kesehatan sejak masa kehamilan dinilai menjadi strategi paling ampuh dalam mencegah gangguan tumbuh kembang anak di masa depan. Plt. Kepala Puskesmas Lubuk Kilangan, Wismanuria, mengapresiasi langkah cepat PT Semen Padang melalui Program Genting yang memberikan bantuan nutrisi tepat sasaran. Menurutnya, pemenuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan harus dimulai sejak bayi masih di dalam kandungan.
Wismanuria menjelaskan bahwa masalah kesehatan seperti anemia dan kekurangan gizi kronis pada ibu hamil seringkali menjadi pemicu utama stunting. Dengan adanya bantuan susu khusus dan suplemen nutrisi dari PT Semen Padang, risiko komplikasi kesehatan pada ibu dan janin dapat ditekan. Ia berharap kolaborasi ini menjadi model bagi pihak swasta lain dalam membantu kerja puskesmas di lapangan.
Senada dengan hal tersebut, Dokter Puskesmas Pauh, dr. Lola Rahmadhesi, menyebutkan bahwa Program Genting memiliki pendekatan yang sangat komprehensif. Program ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan pangan, tetapi juga menyentuh aspek pendampingan kesehatan dan perbaikan sanitasi lingkungan. Pendekatan holistik ini dinilai sangat efektif dalam menjamin bayi lahir dengan berat badan normal dan status kesehatan yang baik.
Dokter Lola menekankan bahwa pendampingan selama masa kehamilan adalah “masa emas” untuk mencegah stunting. Pemberian perlengkapan bayi seperti matras dan pakaian juga membantu menciptakan lingkungan tidur yang lebih higienis bagi bayi yang baru lahir. Kesiapan mental dan fasilitas bagi ibu hamil sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses persalinan dan masa menyusui nantinya.
Puskesmas sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya peran “Orang Tua Asuh” dari perusahaan. Data medis menunjukkan bahwa intervensi nutrisi yang konsisten berbanding lurus dengan penurunan angka BBLR di wilayah kerja mereka. Dukungan material dari PT Semen Padang mengisi celah yang seringkali tidak terjangkau sepenuhnya oleh anggaran pemerintah daerah.
Selain bantuan fisik, tenaga medis di puskesmas juga aktif memberikan edukasi bersama tim Semen Padang Peduli. Warga diajarkan cara mengolah makanan bergizi seimbang dari bahan lokal yang mudah didapat. Transformasi pengetahuan ini penting agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada bantuan, melainkan mampu mandiri dalam menjaga kesehatan keluarganya.
Wismanuria menambahkan, pemantauan rutin ke posyandu tetap menjadi syarat wajib bagi para penerima manfaat program ini. Melalui catatan perkembangan yang ada di puskesmas, efektivitas bantuan nutrisi dari PT Semen Padang dapat diukur secara akurat setiap bulannya. Kedisiplinan ibu dalam memeriksakan kehamilan menjadi faktor penentu keberhasilan program kemanusiaan ini.
Harapannya, sinergi antara keahlian medis puskesmas dan sumber daya korporasi ini dapat terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Pihak puskesmas berkomitmen untuk memberikan data akurat mengenai keluarga berisiko agar bantuan perusahaan selalu tepat sasaran. Dengan kerja sama ini, visi menciptakan generasi bebas stunting di Kota Padang bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan yang makin nyata. (*)












