Padang  

Sinergi Masyarakat dan CSR PT Semen Padang: Bukti Nyata Tanggung Jawab Moral Terhadap Warga

PADANG – Ketua Forum Nagari Kelurahan Koto Lalang, Maulana Sardi, mengungkapkan rasa bangganya atas tuntasnya pembangunan Rumah Layak Huni bagi keluarga Linda. Program ini menurutnya bukan sekadar seremoni penyerahan kunci, melainkan bukti nyata tanggung jawab moral terhadap warga yang membutuhkan. Sardi menegaskan bahwa pemilihan penerima manfaat telah melalui proses verifikasi yang sangat ketat dan transparan sejak tahun 2025 lalu.

Dari 12 Rumah Tangga Miskin (RTM) yang diusulkan masyarakat, Linda akhirnya terpilih sebagai prioritas utama berdasarkan hasil survei lapangan. Kondisi Linda yang menghidupi lima anak dalam rumah triplek menjadi pertimbangan kemanusiaan yang mendalam. Sardi berharap, dengan adanya hunian baru ini, Linda bisa lebih fokus untuk memulai usahanya berjualan di depan rumah demi menambah penghasilan keluarga.

Menariknya, pembangunan rumah ini tidak hanya mengandalkan dana CSR murni, namun juga diperkuat oleh swadaya masyarakat setempat. “Berkat gotong royong dan swadaya, luas bangunan berhasil ditingkatkan dari rencana awal 36 meter persegi menjadi 40 meter persegi,” jelas Sardi. Selain penambahan luas, kualitas bangunan pun diperbaiki, mulai dari pemasangan loteng hingga pemilihan kunci rumah yang lebih aman.

Baca Juga  Kapolri Lantik Suharyono Jadi Kapolda Sumbar

Senada dengan Sardi, LCO Koto Lalang, Jefri Alfikri, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program sosial ini. Kolaborasi antara PT Semen Padang, Forum Nagari, dan masyarakat menjadi mesin penggerak utama. Menurut Jefri, hubungan harmonis antara pemangku kepentingan merupakan kunci agar program tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang bagi penerima.

Jefri menambahkan bahwa tujuan akhir dari pembangunan rumah layak huni ini adalah untuk menekan angka kemiskinan di Kelurahan Koto Lalang. Pemerintah setempat dan LCO akan terus memantau perkembangan kesejahteraan keluarga Linda setelah menempati rumah baru tersebut. Peningkatan kualitas hunian diyakini akan berbanding lurus dengan peningkatan kesehatan dan produktivitas masyarakat sekitar.

Program ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Koto Lalang memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap tetangganya. Swadaya yang diberikan bukan hanya dalam bentuk materi, tapi juga tenaga dan pemikiran selama proses konstruksi berlangsung. Hal inilah yang membuat rumah Linda menjadi lebih istimewa karena dibangun dengan semangat kebersamaan masyarakat nagari.

Baca Juga  Buat Bangga, Pesilat Binaan PT Semen Padang Raih Perunggu di ASEAN Schools Games Vietnam

Forum Nagari berkomitmen untuk terus menjalankan program serupa di masa mendatang bagi warga yang masih terdata sebagai RTM. Keberhasilan rumah Linda akan menjadi percontohan atau *role model* dalam pelaksanaan program bedah rumah berikutnya. Keterbukaan informasi dan pelibatan masyarakat sejak tahap usulan hingga pembangunan menjadi standar baku yang akan terus dipertahankan.

Dengan rampungnya rumah seluas 40 meter persegi ini, beban mental yang selama ini dipikul keluarga Linda diharapkan berkurang secara signifikan. Sardi dan Jefri berharap rumah tersebut dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan hingga anak cucu. Keduanya menutup keterangannya dengan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan mimpi rumah layak bagi warga kurang mampu. (*)