Meski Cuma Anggota Bamus, Heri Martoni Memang Luar Biasa

Camat V Koto Timur, Budi Putera melantik Heri Martoni, Wargawan Rakyat Sumbar sebagai anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) Badan Musyawarah Nagari di Nagari Gunuang Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Padang Pariaman, Selasa (21/10).-(darmansyah)

Parik Malintang – Walau hanya dilantik sebagai anggota Bamus (Badan Musyawarah) Nagari, di Nagari Gunuang Padang Alai, Kabupaten Padang Pariaman, banyak pejabat berikan apresiasi kepada Heri Martoni, wartawan Harian Rakyat Sumbar yang dilantik oleh Camat Budi Saputera di kantor walinagari, Selasa (21/10).

Karangan bunga ucapan selamat atas dilantiknya Heri Martoni sebagai anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) Bamus Perwakilan Korong Batang Piaman tersebut tidak hanya terlihat dari sejumlah Kepala OPD di Padang Pariaman. Tetapi juga tampak dari kejaksaan, kepolisian, para politisi dan beberapa pengusaha.

“Luar biasa Si Heri,” ujar Rozi, wartawan Pos Metro yang turut menghadiri undangan pelantikan tersebut.

Baca Juga  Dedi Salim Mundur dari Ketua Yayasan Al Aziz

Menurut Inspektur Hendra Aswara, tadinya acara pelantikan Heri Martoni juga akan dihadiri Bupati John Kenedy Azis. Namun, karena harus segera ke Jakarta, mengikuti gladi wisuda doktornya, bupatti menugasi Hendra untuk mewakilinya. “Jadi, saya hadir mewakili,” ujar Inspektur Hendra dalam sambutannya.

Melalui Hendra, bupati juga memberikan ucapan selamat kepada Heri, sang sarjana Pendidikan Islam itu. “Selamat dan, semoga dapat mengemban tugas dan tanggung-jawabnya sebagai anggota Bamus,” ujar Hendra Aswara.

Menurut Hendra, anggota Bamus itu memiliki peran, tugas dan tanggung-jawab yang cukup besar. Antara lain, yaitu sebagai mitra dan pengawas pemerintahan di nagari. Sambil berseloro, Hendra yang terbilang dekat dengan Heri juga menyebutkan bahwa Bamus itu sama dengan DPR-RI.

Baca Juga  Suhatri Bur Jadi Narasumber Program Sosialisasi IKAFE Unand

“Ya, Anggota DPR tingkat tiga Pak Inspektur,” timpal Heri dengan tawanya.

Sebelumnya Hendra Aswara juga sempat memaparkan tentang visi misi dan kondisi pemerintah daerah saat ini. Disamping mengungkap banyaknya terobosan-terobosan yang telah dilakukan bupati-wakil bupati di masa-masa kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Setidaknya, ulas Hendra, untuk tahun anggaran 2026, Padang Pariaman akan mendapatkan alokasi dana rehab/rekon dari BNPB sekitar Rp65 miliar.

“Bayangkan, dari Rp140 miliar untuk Sumatera Barat, Rp65 miliar buat Padang Pariaman,” jelasnya.

Sekarang bupati juga tengah memperjuangkan dana untuk membangun kembali Jembatan Sikabu, Lubuak Aluang yang ambruk. (drm)