BKKBN Sumbar Apresiasi Semen Padang, Bantuan Rp80,5 Juta Jadi Contoh Peran Dunia Usaha Perangi Stunting

PADANG — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Barat mengapresiasi langkah PT Semen Padang yang menyalurkan bantuan senilai Rp80,5 juta untuk mendukung penurunan stunting di Sumbar.

Bantuan itu diserahkan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Bangga Kencana dan Quick Win BKKBN di Auditorium Gubernuran Sumbar, Rabu (30/7/2025).

Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Mardalena Wati Yulia, mengatakan bahwa kontribusi PT Semen Padang melalui zakat karyawan dan program TJSL perusahaan menjadi bukti nyata bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung agenda nasional percepatan penurunan stunting.

“PT Semen Padang bukan sekadar mitra, tapi bagian dari solusi. Bantuan ini akan sangat berarti, bukan hanya untuk ibu hamil yang mendapat paket nutrisi dan sanitasi layak, tetapi juga untuk masa depan generasi bangsa. Kami berharap langkah ini dapat menginspirasi perusahaan lain,” ujarnya.

Baca Juga  PT Semen Padang Bekali 90 Jago Bangunan di Jambi dengan Sertifikasi Kompetensi

Bantuan yang diberikan meliputi paket gizi tambahan untuk ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronik (KEK), pembangunan jamban sehat, serta bantuan uang tunai Rp500 ribu untuk setiap bayi yang lahir dari penerima manfaat. Program ini dilaksanakan di tiga kecamatan sekitar perusahaan: Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, dan Pauh.

Menurut Mardalena, stunting tidak hanya soal gizi, tetapi juga tentang lingkungan sehat dan pengasuhan yang tepat. Karena itu, kolaborasi dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencapai target nasional penurunan stunting.

“Untuk meraih Bonus Demografi 2045, kita butuh generasi sehat dan unggul. Itu hanya bisa dicapai jika masalah stunting diselesaikan dari sekarang. PT Semen Padang telah memberi contoh bahwa sektor swasta bisa menjadi motor perubahan,” tegasnya.

Ia menambahkan, program OTA Genting (Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang digagas BKKBN mendapat dukungan penuh dari Semen Padang, terutama dalam pendampingan ibu hamil dan pemberian makanan tambahan. Sinergi ini diharapkan mampu menekan prevalensi stunting di Sumatera Barat secara signifikan.

Baca Juga  Di Tengah Pandemi, Rakernis KI se Indonesia Digelar Virtual

BKKBN Sumbar juga menekankan pentingnya keterlibatan Posyandu, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat dalam memberikan edukasi berkelanjutan tentang pola makan, pola asuh, dan kebersihan lingkungan.

“Stunting adalah masalah lintas sektor. Pemerintah, perusahaan, akademisi, hingga komunitas lokal harus bersatu. Tanpa itu, target 14 persen prevalensi stunting pada 2029 akan sulit tercapai,” jelas Mardalena.

Ia menutup dengan apresiasi kepada PT Semen Padang atas konsistensinya sejak 2022 dalam program penanggulangan stunting.

“Kita berharap semakin banyak perusahaan mengikuti jejak PT Semen Padang dalam memperjuangkan generasi emas Indonesia,” pungkasnya. (*)