Riau, Rohil  

PHR Siap Kooperatif, Polisi Periksa Dua Perwakilan  Terkait Tewasnya Dua Balita di Kolam Limbah

PEKANBARU – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyatakan siap menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang kini tengah berjalan menyusul insiden tragis yang merenggut nyawa dua balita di kolam limbah milik perusahaan.

“PHR menghormati proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian dan kami akan kooperatif serta siap memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh aparat penegak hukum,” tegas Corporate Secretary PT PHR, Eviyanti Rofraida dalam pernyataan resminya, Kamis (29/5/2025).

Komitmen PHR tersebut disampaikan usai Kepolisian Daerah (Polda) Riau memeriksa dua orang perwakilan dari perusahaan pada Rabu (28/5/2025), sebagai bagian dari penyelidikan yang kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan, membenarkan pemeriksaan terhadap dua pihak dari PHR yang disebut memiliki tanggung jawab di lokasi kejadian.

Baca Juga  Ibu Tiri Eksploitasi Anak untuk Bayar Utang

“Hari ini ada dua orang dari PT PHR yang kami periksa. Mereka merupakan pihak yang bertanggung jawab di lokasi kejadian,” ujar Kombes Asep saat ditemui di Mapolda Riau.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Selasa (22/4/2025) sekitar pukul 14.00 WIB di Dusun Mekar Sari, Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir. Dua bocah kakak beradik, FSH (4) dan FW (2), ditemukan tewas mengapung di kolam limbah milik PT PHR.

Menurut penyelidikan awal, diduga kuat telah terjadi kelalaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan limbah.

Kombes Asep menyebut seharusnya kolam limbah tersebut sudah melalui proses pemisahan limbah padat dan cair serta perlakuan khusus agar tidak membahayakan.

“Kolam seperti itu seharusnya sudah diinjeksi, diberi perlakuan, dan dijaga ketat. Harus ada pagar, rambu peringatan, dan pengawasan. Ini yang sedang kami dalami—siapa yang lalai, siapa yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Baca Juga  Dua Pemilik Senpi Ilegal Ditangkap Polda Riau

Tragedi ini bermula saat ibu korban, Fatimah, pergi ke pasar, sementara kedua anaknya diduga bermain tanpa pengawasan. Saat kembali ke rumah sekitar pukul 13.50 WIB, Fatimah mendapati anak-anaknya hilang, sementara sang suami masih tertidur.

Panik, keduanya melakukan pencarian dan mendapat petunjuk dari warga yang melihat anak-anak bermain di dekat kolam limbah.

Ketika tiba di lokasi, sang ayah menemukan kedua putranya sudah tak bernyawa di dalam kolam. Ia langsung mencebur ke dalam kolam untuk mengevakuasi jasad anak-anaknya, namun nyawa mereka tidak berhasil diselamatkan meski telah dibawa ke puskesmas.(*)