Padang  

Presiden Prabowo Berkurban 20 Ekor Sapi di Sumbar

Sukarli

Padang – Provinsi Sumatera Barat mendapatkan sebanyak 20 ekor sapi kurban bantuan presiden Prabowo. Dari jumlah tersebut, 1 ekor sapi untuk provinsi dan 19 ekor lagi tersebar pada semua kabupaten/kota.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbar, Sukarli kepada Singgalang, Jumat (23/5).

Disebutkannya, sapi kurban Presiden Prabowo tersebut syarat beratnya minimal 800 Kg dan memenuhi persyaratan secara syariat Islam alias tidak mengalami cacat. Lalu, sapi kurban tersebut harus berasal dari daerah setempat.

“Jadi sapi kurban Presiden Prabowo tersebut adalah sapi yang terbaik di daerah penerima bantuan sapi kurban,” kata Sukarli.

Lebih jauh disebutkan, bila berat sapi kurang dari 800 Kg maka bisa menjadi 2 ekor pada suatu kota/kabupaten.

Baca Juga  Weliansyah Diangkat jadi Careteker Skuad Semen Padang FC

Dikatakannya, sapi kurban Presiden Prabowo untuk Provinsi Sumbar disembelih di Masjid Raya Sumbar dan sapi kabupaten/kota disembelih pada daerah yang masjid/mushala yang tak ada penyembelihan hewan kurban di tempat ibadah tersebut.

Tujuannya, jelas supaya daging kurban presiden tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat tidak mampu.

Dijelaskannya, untuk negosiasi harga akan dilakukan oleh sekretaris presiden secara daring yang didampingi oleh masing-masing kepala dinas pertanian. Lalu, pembayarannya langsung ke rekening pemilik sapi tersebut.

Selanjutnya untuk jumlah hewan kurban di Sumbar, yang akan disembelih pada tahun 2025 ini diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 lalu.

Bila tahun 2024 lalu, tercatat sebanyak 46 ribu hewan kurban yang disembelih dengan uraian sekitar 27 ribu ekor sapi dan sisanya kambing, kerbau dan domba. Namun, pada tahun 2025 ini diperkirakan lebih dari 50 ribuan ekor hewan kurban dengan uraian 40-43 ribu ekor sapi dan sisanya kambing, kerbau dan domba.

Baca Juga  Tata Pantai Padang, Pemko Tawarkan Solusi Pasar Kuliner Pantai Padang

Dikatakannya, indikator peningkatan seperti cukup banyaknya perantau pulang kampung dan sebagian mereka berkurban di kampung halaman. Kemudian, persoalan ekonomi mulai membaik.

Ditambahkannya, hingga saat ini 60-65 persen hewan kurban dipasok dari luar Sumbar. Tak hanya didominasi sapi dari Lampung, Jawa dan Bali namun kini sapi dari Sumatera Utara sudah mulai banyak masuk. (wal)