Seminggu Berlalu, 14 Debt Collector Terlibat Kerusuhan di Mapolsek Bukit Raya Berhasil Ditangkap

PEKANBARU – Setelah sepekan berlalu, jajaran Polda Riau akhirnya berhasil menangkap seluruh debt collector yang terlibat dalam penganiayaan dan perusakan kendaraan di halaman Mapolsek Bukit Raya.

Hal itu tersebut dibenarkan Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan, Senin (28/4/2025).

“Dari hasil pengembangan, jumlah DPO yang awalnya 7 orang kini bertambah menjadi 10 orang. Tiga di antaranya merupakan anak di bawah umur,” Wakapolda.

Dengan penangkapan terbaru ini, total jumlah pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut menjadi 14 orang.

Sebelumnya, empat pelaku sudah lebih dulu diamankan sehari setelah kejadian.

Baca Juga  Kunjungi Polda, Ini yang Dilakukan LKAAM Sumbar

“Tidak boleh ada premanisme di Bumi Lancang Kuning. Kami berkomitmen penuh menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Brigjen Yossy.

Kesepuluh pelaku yang ditangkap baru-baru ini masing-masing berinisial MR (20), MRS (20), WIF (20), MIE (24), SY (20), MRP (20), PR (21), JF (18), EF (18), dan VMD (18).

Ditempat yang sama, Dirreskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan menerangkan bahwa pengungkapan kasus ini adalah bukti komitmen kuat Polda Riau untuk memberantas aksi premanisme.

Lebih lanjut, Kombes Asep Darmawan menjelaskan, seluruh pelaku merupakan bagian dari kelompok debt collector “Fighter”.

Mereka ditangkap dalam operasi yang berlangsung dari Rabu (23/4) hingga Jumat (25/4), di beberapa lokasi berbeda di Provinsi Riau, seperti Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, dan Kota Pekanbaru.

Baca Juga  Komplotan Pencuri Mobil di Bukittinggi Ditembak

“Mereka adalah anggota kelompok Fighter. Tiga dari sepuluh pelaku yang kami tangkap masih berstatus pelajar,” jelas Asep.

Mengenai peran masing-masing, para pelaku diketahui melakukan tindakan brutal seperti melempar batu, memukul kaca, hingga merusak bodi mobil korban.

Diketahui, insiden ini bermula dari percekcokan antara dua kelompok debt collector, yakni Fighter dan Pejuang Barcode, yang kemudian berujung pada aksi anarkis di halaman Mapolsek Bukit Raya pada Sabtu malam (19/4).(*)