Agam  

Sebanyak 48 Orang Dari 6 Nagari Se Agam Ikuti Festival Kampung Inggeris

LUBUK BASUNG .- Pemerintah Kabupaten Agam Adakan Festival Kampung Inggris Perdana, di Balairung rumah dinas Bupati Padang Baru Lubuk Basung, Senin (13 /11/2023).

Kegiatan  Itu ialah salah  satu program kerja Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan dimana acara  pembukaan dilakukan ditempat yang sama.  Hadir para  kepala OPD, tim fasilitator Kampung Inggris dan camat pilot proyek serta Wali Nagari pilot proyek Kampung Inggris serta Tenaga Ahli Bupati Efriyon Baikuni.

Penyelenggaraan kegiatan itu  untuk memperkuat visi pemerintahan Kabupaten Agam di bidang pendidikan yaitu terwujudnya kualitas pendidikan secara merata unggul, yang terbuka dalam bentuk program pendidikan unggul untuk semua.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Isra selaku penanggung jawab kegiatan dalam laporannya menyampaikan 7 (tujuh) tujuan pelaksanaan kegiatan.

“Ada tujuh tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini pertama untuk mengukur keberhasilan Kampung Inggris Agam dalam proses belajar mengajar, instruktur, kedua untuk mengembangkan program pembelajaran guna mencapai kompetensi yang lebih luas, ketiga sebagai wadah atau forum bagi pengelola KIA untuk menjalin komunikasi alumni sehingga dapat terus berkontribusi dalam pengembangannya, sedangkan tujuan keempat adalah sebagai wadah untuk menarik minat masyarakat untuk ikut serta dalam proses pembelajaran sehingga pengelolaan dapat menyaring calon yang lebih baik dan kelima yaitu untuk menarik minat masyarakat biar ikut serta dalam proses pembelajaran, keenam sebagai
forum pengembang pariwisata khususnya program keunikan dan keunggulan destinasi wisata dan sebagai forum bagi anak Nagari dalam meningkatkan motivasi dan potensi untuk memasuki perguruan tinggi terbaik di Indonesia serta yang ketujuh yakni sebagai upaya mempromasikan kepada masyarakat baik lokal maupun nasional” ungkapnya.

Baca Juga  PGRI Gandeng PWI dan Pemkab Agam Dorong 'Guru Milenial Berprestasi'

Sementara itu juga ia terangkan, dalam festival ini akan diadakan kontes video blog dan debate kontes.

“Kita akan lakukan kegiatan kontes video blog dan debate kontes yang terdiri dari satu tim per Nagari setiap tim terdiri dari lima orang dan yang kedua adalah debat kontes terdiri dari satu tim per nagari setiap tim terdiri dari tiga orang” terang Isra.

Juga ia tambahkan, dewan juri yang akan menilai kompetensi tersebut yaitu tim fasilitasi program Kampung Inggris Agam tutupnya.

Disisi yang sama, ketua tim fasilitasi teknis sekaligus sebagai dewan juri, Efriyon Baikuni, menyampaikan tahapan dan penilaian lomba dalam festival akan memperebutkan 2 piala bergilir yaitu KIA succes, dan KIA Contest.

” Ada 3 elemen yang akan dinilai yaitu konten yang berisikan argumen dalam menyampaikan pesan, manner yaitu mengukur sikap dalam menyanggah argumen, dan matter yaitu strategi dalam menyanggah, ketiga elemen ini dinilai dalam Kontes debat.

Dan juga ia ungkapkan dalam kesempatan tersebut hal yang perlu diperhatikan KIA Succes adalah manajemen yaitu perizinan lembaga dan ini akan dinilai dalam video flog kontes sebagai bentuk pengelolaan manajemen serta perizinan.

Baca Juga  Abrasi Di Batang Tiku Mengkhawatirkan

“Ijin lembaga ini penting karena menyangkut dengan keabsahan sertifikat/ijazah yang dikeluarkan oleh KIA” ungkapnya.

Penilaian dalan festival ini akan dinilai dg skor dan 3 skor tertinggi akan ditetapkan sebagai juara.

Bupati yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Rahman, dalam sambutannya mengatakan era globalisasi ini tenaga kerja dituntut menguasai pengetahuan lokal, nasional dan internasional.
Dan KIA ini merupakan jawaban terhadap kemajuan era globalisasi tersebut dan evaluasi harus selalu dilakukan.

” Kegiatan ini merupakan evaluasi terhadap kegiatan yang telah ditetapkan apakah mencapai target atau belum dan ini nanti dapat kita ketahui dari dewan juri” terang Bupati.

Disamping itu ia juga menambahkan program ini merupakan jawaban tantangan untuk masa- masa yang akan datang dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

“Untuk menjawab tantangan itu generasi kita harus diberi bekal dan pengetahuan dalam persaingan dan dan penguasaan bahasa asing merupakan sesuatu yang mutlak dalam memberikan pelayanan” tambahnya.

“Kegiatan ini juga memperkuat promosi kepariwisataan yang ada di Kabupaten Agam untuk mengkomunikasikan Adat dan budaya serta agama berdasarkan filosofi ” Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah” Tegas Bupati.

Acara ini diikuti oleh 48 peserta yang berasal dari 6 nagari yang dijadikan pilot projek kampung Inggris di Kabupaten Agam dan acara akan berlangsung selama 1 hari. (MK)