AGAM — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Agam, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), tvOne, serta ESQ Leadership Center menggelar kegiatan strategis bertajuk Motivation & Inspiration Training: “Saya Guru Milenial Berprestasi”. Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan para pendidik menghadapi tantangan masa depan melalui peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta penguatan akar budaya lokal.
Tak kurang dari 3.000 guru dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP se-Kabupaten Agam tampak antusias menghadiri acara tersebut. Kegiatan berskala besar ini dihadirkan khusus untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan moral para tenaga pendidik melalui pendekatan metode ESQ yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Pengurus PGRI, Dudung Abdul Qodir, menegaskan pentingnya penyiapan mental dan kapasitas guru masa depan. Menurutnya, guru zaman kini dituntut tidak hanya memiliki keahlian akademis dan karakter, tetapi juga pemikiran visioner (invisioning) serta peka terhadap perkembangan zaman (trend watching).
“Guru masa depan harus disiapkan dari sekarang. Tantangan akan semakin kuat, sehingga kemampuan profesional dan budaya harus berjalan seimbang. Kami ingin mendorong lahirnya guru yang memiliki paradigma berpikir maju tanpa mengesampingkan nilai budaya dan religius,” ujar Dudung.
Ia juga mengapresiasi program prioritas Pemerintah Kabupaten Agam, khususnya gerakan “Bangkit dari Surau”, yang dinilai sangat kolaboratif dalam melibatkan sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Agam agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Di balik dorongan profesionalisme tersebut, PGRI secara tegas menyoroti empat persoalan mendasar yang masih membayangi dunia pendidikan Indonesia saat ini:
Kepastian Status Guru: PGRI mendesak pemerintah untuk menyatukan status guru agar tidak ada lagi pembedaan seperti PNS, PPPK, hingga PPPK paruh waktu. Guru yang dikelola negara idealnya berstatus satu: Guru PNS.
Pemerataan Distribusi: Perlunya pemetaan, rotasi, dan mutasi guru yang manusiawi agar tenaga pengajar tidak menumpuk di wilayah tertentu saja.
Peningkatan Kesejahteraan: Kesejahteraan guru di Indonesia dinilai masih menjadi salah satu yang terendah di Asia Tenggara. PGRI terus memperjuangkan agar profesi guru bisa menjadi profesi “nomor satu” pilihan anak-anak muda terbaik bangsa.
Kualitas & Layanan Pendidikan: Menerapkan prinsip Total Quality of Education demi memberikan pelayanan pendidikan terbaik tanpa cela (zero defect).
Menanggapi isu anggaran pendidikan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dudung menegaskan bahwa kesejahteraan guru tidak boleh terpinggirkan.
“MBG boleh jalan, tapi kesejahteraan guru tetap harus ditingkatkan. Kunci utama keberhasilan pendidikan itu ada pada gurunya,” tegas Dudung.
PGRI juga mengkritik distribusi alokasi anggaran pendidikan 20% yang dinilai belum berkeadilan. PGRI berharap anggaran sebesar Rp780 triliun lebih berfokus pada penyelesaian masalah dasar pendidikan dan penguatan profesi guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.
Sementara Bupati Agam H. Benni Warlis mengujapkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan itu menunjukan komitmen pemerintah kabupaten Agam dalam memperkuat fondasi pendidikan daerah.
Pelatihan ini dinilai sangat strategis karena selaras dengan visi dan program unggulan Kabupaten Agam, khususnya dalam menyelaraskan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) serta gerakan “Bangkit dari Surau”.
“Ini adalah kolaborasi yang luar biasa untuk meningkatkan kapasitas guru. Pendekatan ESQ ini sangat bersenyawa dengan program unggulan kita, ‘Bangkit dari Surau’. Kita ingin mengkolaborasikan agar lahir generasi Agam yang religius dan cerdas,” ujar perwakilan Pemkab Agam di lokasi acara.
Ia menambahkan, pembentukan nilai karakter ini diharapkan dapat langsung diimplementasikan oleh para guru di lingkungan sekolah masing-masing.
Harapan besar digantungkan pada luaran (output) dari kegiatan ini. Pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus mengawal penyesuaian program pendidikan agar berkesinambungan dengan nilai-nilai unggulan daerah, seperti program Agam Religi dan Agam Cerdas.
Melalui penguatan kapasitas guru ini, Kabupaten Agam menargetkan lahirnya generasi muda yang seimbang secara utuh: “Cerdas otak dan pikirannya, Sehat fisik dan badannya, Kuat iman dan spiritualitasnya,” ujar Beni Warlis. (Gindo)












