BATUSANGKAR – Festival Pesona Talago Biru II di Nagari Atar Kecamatan Padang Ganting digelar, Sabtu (2/8). Alek anak nagari ini diawali pemukulan talempong, dan dimeriahkan dengan pawai 1000 Siya (rantang) dibuka Bupati Tanah Datar Eka Putra di lokasi objek wisata Talago Biru Atar.
Ketua Panitia Riswendi menyebut siya atau dalam bahasa Indonesia disebut rantang pada umumnya berbentuk bulat, bersusun dan tertutup, serta memiliki tangkai untuk di jinjing. Didalam Siya biasanya diisi lauk pauk dan cemilan khas nagari Atar.
“Masyarakat Atar biasanya membawa siya untuk menghadiri acara mendoa 100 hari orang yang meninggal dunia atau disebut dengan manyaratuih hari. Siya biasa dibawa ke acara-acara syukuran seperti syukuran menjelang Ramadhan, berbuka puasa bersama, syukuran setelah lebaran maupun syukuran rumah baru atau menaiki rumah,” ungkap Riswandi.
Bupati Eka Putra menyatakan apresiasi pada panitia, masyarakat, pemerintah nagari, dan seluruh yang terlibat dalam mendukung dan mensukseskan event Gebyar Pesona Talago Biru II.
“Semoga event ini menjadi branding nagari Atar dan akan diingat oleh para wisatawan bahwa disetiap tahun di bulan September digelar event Gebyar Pesona Talago Biru di sini,” ujarnya.
Menurutnya, sukses masyarakat nagari Atar menggelar festival Talago Biru II merupakan bukti bahwa masyarakat telah berhasil menggali dan melestarikan kembali potensi dan budaya.
“Ini bukti, masyarakat konsisten dalam mempromosikan Talago Biru sebagai salah satu objek wisata andalan yang ada di nagari Atar. Kita masih ingat, pada festival Talago Biru I telah berhasil menggali dan melestarikan kembali potensi dan budaya nagari dengan prosesi pembukaan yang ditandai dengan bakar Talago dan memandikan kerbau. Sekarang kita kembali menyaksikan alek nagari 1000 Siya, intinya setiap tahun penyelenggaraannya harus ada yang kontiniu, harus ada inovasi dan penyempurnaan dari event sebelumnya,” ungkap Bupati.
Bupati minta Pemnag Atar agar lebih kreatif, inovatif dan kolaboratif dalam mengembangkan potensi Talago Biru.
“Pengelolaan Talago Biru ini harus profesional dengan pengadaan sarana wisata yang lebih representatif sehingga nanti akan tercipta lapangan kerja baru yang akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Tampak hadir Anggota DPRD Sumatera Barat Arkadius Dt. Intan Bano, anggota DPRD Tanah Datar Jasmadi, kepala OPD, Ketua LKAAM Aresno Dt. Andomo beserta sekretaris R. Dt. Rajo Manso, camat dan wali nagari. (ydi)












