PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempertimbangkan penerapan sistem ganjil genap melewati jalan Padang-Bukittinggi pada lebaran 1444 H.
Langkah itu guna mengurai kemacetan yang selalu terjadi pada ruas jalan tersebut setiap lebaran.
“Kita sedang mengkaji, mulai dari kelayakan dan regulasi, apakah opsi tersebut sudah tepat. Termasuk banyak masukan dari pakar,”sebut Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani dihubungi, Sabtu (1/4/2023).
Meski begitu, hingga kini Pemprov Sumbar belum memutuskan opsi mana yang akan diterapkan. Mengingat macet merupaka masalah menahun yang terjadi di Sumbar ketika lebaran tiba.
Opsi lain yang ditawarkan jalur satu arah. Dari Sicincin-Bukittinggi diberlakukan satu arah. Begitu juga sebaliknya. Atau opsi ketiga dengan membenahi jalur alternatif Sicincin – Malalak – Bukittinggi.
“Untuk opsi yang akan kita laksanakan masih dalam tahap pembicaraan dari beberapa Opsi yg muncul saat rapat di Bapeda. Tapi banyak dari pakar dan pengamat transportasi mengusulkan Genap- Ganjil,” ungkapnya.
Hasil rapat lembaga terkait untuk mengtasi macet saat lebaran nantinya yang digelar Pemprov Sumbar menyimpulkan, potensi kemacetan mudik lebaran tahun 1444 H diperkirakan lebih dari 23 titik.
Penyebab utama diantaranya, Bottle neck pada ruas jalan, keberadaan rest area, pertemuan arus lalu lintas, perlambatan kendaraan bermotor yang tidak mampu memenuhi batas kecepatan minimal, antrian di pom bensin.
Kemudian, kerusakan kendaraan bermotor di jalan, perilaku pengemudi, kerusakan jalan, kecelakaan lalu lintas, perlintasan kereta api sebidang, pasar tumpah, perbaikan jalan, bencana alam, kendaraan parkir di bahu jalan, dan kegiatan masyarakat.
Dibutuhkan penanganan macet mudik lebaran 1444 H dengan alternatif. Sehingga masalah tahunan itu tidak berulang.
Menerapkan Sistem Ganjil Genap Pada Ruas Jalan Sicincin Bukittinggi, dan kendaraan yang memiliki Nomor Plat berbeda akan dialihkan ke jalur alternatif Sicincin-Malalak-Bukittinggi.
Mekanisme Ganjil-Genap. Yakni, kendaraan yang memiliki plat nomor ganjil akan diperbolehkan melintasi ruas jalan Sicincin Bukittinggi pada tanggal ganjil dan kendaraan yang memiliki plat nomor genap akan diperbolehkan melintas pada tanggal genap.
Kendaraan yang memiliki nomor plat yang berbeda akan diarahkan melalui rute alternatif Sicincin-Malalak – Bukittinggi.
Keuntungannya, penurunan volume lalu lintas pada jalur padat. Sedang kerugiannya, jarak tempuh pada jalan alternatif relatif lebih Panjang bagi kendaraan yang memiliki nomor plat berbeda. Kondisi jalur alternatif rentan longsor dan tidak didukung fasilitas perlengkapan jalan yang memadai.
Opsi kedua, menerapkan Sistem Satu Arah (One Way) Pada Jam Tertentu untuk Ruas Jalan Sicincin Bukittinggi. Ruas Jalan Sicincin Padang Panjang
Mekanisme penerapan sistem satu arah (one way). Diberlakukan pada waktu tertentu dengan memperhatikan data volume lalu lintas.
Untuk ruas jalan Siincin-Bukittinggi, kendaraan dari arah sicincin menuju bukittinggi diarahkan melewati Kota Padang Panjang. Sementara kendaraan dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang diarahkan untuk melewati jalan Malalak.
Untuk ruas jalan Sicincin-Padang Panjang, kendaraan dari arah Sicincin menuju Bukittinggi melewati Padang Panjang. Kendaraan dari Bukittinggi menuju Padang diarahkan melewati Malalak atau melalui Kota Solok.
Keuntungan Penerapan Sistem Satu Arah (One Way), peningkatan kapasitas jalan. Sedangkan kerugiannya masyarakat yang tinggal di lokasi tertentu harus melakukan perjalanan lebih panjang dari sebelumnya yang berakibat penambahan waktu perjalanan dan konsumsi bahan bakar.
Membutuhkan petugas pengatur lalu lintas di setiap titik persimpangan sepanjang jalur One Way. Mempertinggi potensi kecelakaan akibat adanya kendaraan yang mencoba melawan arah.
Pemberlakuan One Way pada ruas Sicincin-Padang Panjang membutuhkan penanganan kemacetan lanjutan di ruas Padang Panjang-Bukittinggi.(yose)












