Populasi Ternak di Dharmasraya Capai 70.620 Ekor

Kegiatan pencanangan vaksinasi PMK.

PULAU PUNJUNG – Berdasarkan data statistic peternakan pada 2021, Dharmasraya memiliki populasi ternak yang cukup tinggi. Jumlah ternak sapi mencapai 44.559 ekor, kerbau 6.821 ekor dan kambing sebanyak 19.240 ekor. Sementara jumlah inseminasi buatan (BI) atau kawin suntik juga dilaporkan lebih dari 12.000 ekor per tahun, dengan tingkat kelahiran yang cukup tinggi.

” Tidak heran jika daerah lain sering menyebut Dharmasraya adalah produsen bibit ternak,” terang Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan dalam kegiatan pencanangan  vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) massal di Jorong Lagan Jaya, Nagari Sipangkur Kecamatan Tiumang, baru- baru ini.

Kata bupati, salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan untuk penanggulangan PMK adalah melalui vaksinasi. Vaksinasi akan diberikan kepada ternak sehat, dan diupayakan dilakukan pada zona-zona yang belum memiliki kasus kematian ternak. Sehingga dapat menjadikan suatu zona atau daerah menjadi daerah bebas PMK.

Baca Juga  Dharmasraya di Zona Orange, Tetap Patuhi Prokes

Oleh karena itu, Pemkab Dharmasraya sangat mendukung peningkatan kembali produktifitas ternak maupun peternak yang menjadi sumber perekonomian masyarakat Dharmasraya. Sebagaimana visi daerah yakni maju yang mandiri dan berbudaya.

Tambah bupati,  yang terpenting adalah koordinasinya harus berjalan dengan lancar, supaya ini tidak menjadikan tempat sarang virus PMK. Walaupun tidak berbahaya, namun penyebarannya sangat cepat sekali. Kemarin, virus menyebar dari manusia ke manusia, sekarang dari manusia ke ternak. Alhamdulillah virus ini sudah ada vaksinnya, dan mudah-mudahan ini dapat membantu para peternak di Kabupaten Dharmasraya.

“Rencana pemerintah untuk melakukan swasembada daging saat ini sedikit tertunda dengan masuknya beberapa wabah penyakit eksotis seperti Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol yang terjadi diProvinsi Riau sejak bulan Maretrt 2022. Dan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi sejak bulan Mei di Provinsi Aceh dan Provinsi Jawa Timur. Sedangkan di Dharmasraya sendiri kejadian PMK  telah berlangsung dalam 1 bulan terakhir,” pungkasnya.

Baca Juga  Sharing Informasi, Wartawan dan OPD Dharmasraya Datangi KI Pusat

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pertanian  Dharmasraya, Darisman, tujuan pelaksanaan kegiatan pencanangan vaksinasi adalah wadah dan sarana sosialisasi kepada masyarakat tentang penyakit PMK sekaligus kampanye tentang pentingnya vaksin PMK. Jadi ternak yang kena PMK adalah hewan yang kukunya berbelah.

” Penyakit PMK merupakan penyakit yang penyebaran virusnya sangat cepat sekali, sama dengan covid 19. Penyebarannya bisa melalui vector, hewan lain dan yang lebih berbahaya lagi penyebaran virusnya bisa melalui udara. Sehingga penyebaran virus PMK ini mejadi pusat perhatian oleh pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi ataupun pemerintah daerah kabupaten/kota seluruh Indonesia,” terangnya. (roni)