Ya Allah…Batu Sebesar Mobil Saling Mendahului

Petugas mengevakuasi warga yang terkena galodo di Malalo. Musriadi Musanif

 

Laporan Musriadi Musanif (Wartawan Utama)

TANAH DATAR—Hujan lebat sejak pukul 10.00 WIB, Kamis (16/1), sudah menakutkan. Hingga hari berganti dengan Jumat (17/1). Hujan lebat itu belum reda juga.

Warga Nagari Padanglaweh Malalo dan Guguak Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, sudah tak nyaman lagi. Mereka menyadari, jajaran perbukitan Patah Gigi yang memagar pemukiman, sudah rawan terjadinya tanah longsor. Buktinya. Beberapa kali bencana galodo pernah terjadi di sana.

“Ah, sudah hampir masuk waktu subuh rupanya,” ujar Erisman, warga Jorong Tanjuang Sawah, tak jauh dari Pasar Malalo. Dalam hati. Dia pun langsung bangkit lalu berwudhu. Tapi, suara gemuruh terdengar demikian menakutkan terdengar dari lereng perbukitan.

Erisman merasa, suara gemuruh itu merupakan pertanda tidak baik. Dia pun segera meninggal rumah dan mengevakuasi orangtuanya ke tempat lebih aman. Warga lain pun diberitahu. Maka di pagi buta itu, mereka jadi buncah dan lari ketakutan menyelamatkan diri.

Dikatakan, saat berusaha menyelamatkan diri ke tempat lebih aman mereka berlari ke arah Jorong Tangah XX. Dia menyaksikan dengan mata kepala sendiri, betapa dahsyatnya bencana yang sedang terjadi.

“Batu berukuran sebesar mobil saling mendahului. Dengan disertai air bah dan lumpur, batu-batu itu menghantam apa saja yang ada di lembahnya. Dari ketinggian Bukit Patah Gigi, galodo melewati jalan-jalan air Muaro Buluah hingga kemudian sampai ke Danau Singkarak. Sungguh, tak terbilang ngerinya,” kata dia.

Rumah milik orangtuanya itu, kata Erisman, membelakangi Bukik Gigi Patah dan menghadap ke Danau Singkarak. Kini, rumah itu sudah jebol dari dapur hingga ke ruang tamu. Lumpur dan material longsor pun bersarang di rumah tersebut. Tak saja rumah dan harta benda, dia juga kehilangan hewan ternak. Seekor sapi miliknya, terjepit di dekat dapur dan dihantam kayu besar. Sapi itu pun patah-patah.

Akibat bencana ini, tercatat enam unit rumah, satu toko perabot, satu bengkel sepeda dan bangunan milik PDAM rusak berat. Ada juga 15 karung padi, 20 karung jagung, sebuah mobil, dan dua sepeda motor hanyut.

Plt. Walinagari Nagari Padanglaweh Malalo Bahrul Ulum menjelaskan, bencana itu mendatangkan kerugian yang tidak sedikit bagi warganya. “Ada enam rumah yang rusak berat. Begitu pula dengan gudang, bengkel, kendaraan bermotor, dan hewan ternak,” katanya.

Bahrul menyatakan, Nagari Padanglaweh Malalo dan Guguak Malalo memang terbilang sangat rawan bencana galodo itu. Sudah beberapa kali terjadi, menelan korban jiwa dan harta benda.