PARIAMAN – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) PT. Food Station Tjipinang Jaya dengan Pemko Pariaman di RMU Desa Simpang Kuraitaji, Kecamatan Pariaman Selatan, Senin (13/4). Penandatanganan MoU ini juga disaksikan, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, Walikota Pariaman Yota Balad, Wakil Walikota Mulyadi, Sekdako dan sejumlah Kepala OPD dilingkup Pemko Pariaman.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan bahwa DKI Jakarta tidak punya lahan pertanian, tapi yang punya fiskal. Untuk kebutuhan beras, di DKI Jakarta mencapai 80 ribu ton perbulan, ikan kembung jutaan ton perbulan, belum lagi kebutuhan lainnya. Dengan adanya MoU yang telah ditanda tangani ini, hendaknya Pemko Pariaman bisa memasok kebutuhan masyarakat DKI Jakarta, seperti beras, ikan dan lainnya. Melalui MoU ini, menandakan semangat gotong royong antar daerah dalam hal memaksimalkan potensi masing-masing daerah.
Di sisi lain, Rano Karno juga menyampaikan maksud kunjungan ke Provinsi Sumbar, salah satunya melihat rumah kediaman orang tua laki- lakinya di Bonjol, Kabupaten Pasaman. “Ini merupakan kunjungan Saya ke tiga kalinya ke Sumbar,” ucapnya.
Selanjutnya, kunjungannya ke Sumbar memiliki tiga agenda. Di antaranya menyaksikan MoU Food Station dengan kelompok tani Pemko Pariaman, melakukan kunjungan ke Kabupaten Pasaman, terutama membangun kembali rumah orang tua laki- lakinya dan menghadiri wisuda UIN Bukittinggi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, memberikan apresiasi atas inisiatif Pemko Pariaman. Ia berharap model kerja sama Business-to-Government (B2G) seperti ini bisa diduplikasi oleh kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat.
“Kota Pariaman kerjasamanya sama Kota Jakarta. Jadi, naik satu level, bukan antar Bupati, bukan antar Walikota, tapi sama provinsi Ibukota negara. Ini adalah sinergi yang konkret. Kita punya komoditas, Jakarta punya pasar. Pertemuan ini adalah jembatan untuk kemajuan ekonomi kerakyatan di Sumbar,” ujarnya.
Sumatera Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan. Meskipun luasnya pada Tahun 2025 mengalami sedikit penurunan sekitar 284 ribu hektar, tapi produksinya jauh meningkat. Jadi dalam sektor produktivitas dan efektivitas pertanian, Sumatera Barat meningkat tahun ini untuk konteks di pertanian. Produksi gabah dan beras juga menunjukkan tren positif yang menandakan bahwa produktivitas pertanian semakin membaik.
“Hal ini membuktikan bahwa upaya transformasi yang kita dorong melalui benih unggul, mekanisasi, dan perbaikan manajemen mulai memberikan hasil yang nyata. Namun demikian, capaian ini bukanlah titik akhir ke depan. Kita tidak bisa lagi hanya berbicara tentang berapa banyak yang kita hasilkan. Di sinilah pentingnya kolaborasi seperti yang kita lakukan hari ini antara Provinsi Sumatera Barat, Kota Pariaman, bersama dengan Provinsi DKI, ibukotanya Indonesia,” tambahnya.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah besar bagi kesejahteraan petani di Kota Pariaman. Dengan adanya MoU ini, rantai distribusi hasil tani menjadi lebih pendek dan harga di tingkat petani diharapkan lebih stabil.
“Kami percaya bahwa di era sekarang, kemajuan sebuah daerah tidak bisa dicapai sendirian. Kita harus berkolaborasi. Collaborative Governance adalah kunci. Pada hari ini, Pemerintah Kota Pariaman dan Provinsi DKI Jakarta akan menandatangani Perjanjian Kerja Sama melalui Food Station (FS) DKI Jakarta dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman. Dengan Penandatanganan MoU ini, Kami ingin petani di Pariaman tidak lagi bingung memasarkan hasilnya. Dengan PT Food Station sebagai penyerap (offtaker), standarisasi dan kualitas produk kita akan meningkat ke level nasional,” ungkapnya.
Dari luas Kota Pariaman sebesar 6.497 Ha, tercatat 1.627 Ha merupakan lahan sawah (25,04%), dengan Produksi Padi sebanyak 21.474,9 Ton di Tahun 2025 kemaren. Data Statistik Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Tahun 2025, produktivitas padi di Kota Pariaman sebesar 5,50 Ton/Ha dan Indeks Pertanaman 2 kali dalam satu tahun. Komoditi beras Kota Pariaman merupakan jenis beras pera yang masuk dalam kategori beras khusus.
“Semoga kunjungan ini membawa berkah dan dampak positif bagi kemajuan Kota Pariaman, serta memperkuat sinergi antara daerah-daerah di Indonesia, khususnya dengan DKI Jakarta. Tidak hanya itu, kita juga berharap kunjungan kerja dan kerjasama ini, akan menjadi jalan bagi Kota Pariaman dan DKI Jakarta, menjadi kota yang lebih baik dan maju lagi kedepanya,” tutupnya.
Usai penandatanganan MoU, kedua daerah melakukan tukar cendramata. (agus)












