Agam  

Tradisi Mandee Bada Nagari Magek, Meriah dan Mengasyikkan

Perantau Pulang Basamo Magek Saondoh ((PBMS) 2026 menggelar kegiatan tradisional mandee bada. (Maswir Chaniago)

AGAM – Beragam kegiatan tradisional yang melibatkan anak nagari dalam bidang seni, permainan, hingga budaya kembali digelar. Di Nagari Magek, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masyarakat mengadakan tradisi khas bernama Mandee Bada pada Kamis (26/3) sore.

Kegiatan ini merupakan lomba menangkap ikan di kolam sawah tanpa menggunakan alat bantu, melainkan hanya dengan tangan kosong. Ikan yang berhasil ditangkap dapat langsung dibawa pulang oleh peserta secara gratis, tanpa batas jumlah.

Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa tradisi Mandee Bada diadakan untuk menghidupkan kembali identitas Nagari Magek sebagai daerah penghasil bibit ikan yang selama ini dipasarkan ke berbagai wilayah di Sumatera Barat. Kegiatan ini juga menjadi upaya menumbuhkan kembali minat masyarakat dalam membudidayakan ikan. Acara ini digagas oleh Perantau Pulang Basamo Magek Saondoh (PBMS) 2026 dan ditujukan khusus untuk warga Magek.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan Mandee Bada dilaksanakan di dua kolam yang berdekatan. Kolam pertama diperuntukkan bagi anak-anak, sementara kolam kedua diikuti oleh peserta dewasa, baik pria maupun wanita. Seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini tanpa dikenakan biaya. Sebelum acara dimulai, masing-masing kolam telah diisi ikan dengan total berat sekitar 200 kilogram.

Baca Juga  DW Persatuan Agam Gelar Halal Bihalal

Suasana di lokasi berlangsung meriah dengan gelak tawa dan sorakan penonton yang memberi semangat kepada para peserta. Sementara itu, para peserta tampak berusaha keras menangkap ikan di tengah keseruan yang tercipta. (mwr)