AGAM – Walinagari Panampuang, Etriwarmon mengatakan, kehadiran Surau Kakbah Inyiak Tuah Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek Agam merupakan salah satu Destinasi wisata edukasi religi ramai dikunjungi wisatawan.
Etriwarmon kepada Singgalang, Selasa (4/3) menjelaskan, Surau Ka’bah Inyiak Tuah terletak di Jorong Surau Lauik itu dibangun berbentuk Kakbah berukuran sekitar 15×15 meter dan tinggi sekitar 14 meter.
Surau tersebut diresmikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Sabtu (10/8) lalu yang juga dihadiri anggota DPD RI, Muslim Yatim, tokoh masyarakat Agam, Aristo Munandar, Heldi Zubir tokoh masyarakat Panampuang yang berdomisili di perantauan Malaysia dan Ninik Mamak Nagari Panampuang.
Bangunan surau berdiri di atas lahan sekitar 1 hektar itu dibangun Ir. H Benni Warlis, Bupati Agam periode 2025-2030 merupakan tokoh masyarakat Nagari Panampuang.
Kehadiran surau ini juga dapat menjadi fasilitas untuk manasik haji sekaligus sebagai wisata edukasi religi. Dibangun pada 2023 ,diresmikan oleh Gubernur Sumbar Agustus 2024.
Karena bentuk bagunannya yang unik menyerupai kakbah membuat masyarakat dari berbagai daerah berdatangan untuk melakukan wisata religi dan wisata edukasi mengunjungi surau sehingga berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Dijelaskan Etriwarmon, surau ini selain pengunjung melakkan wisata religi juga ada aktivitas keagamaan seperti pengajian agama Islam, karena yang banyak berkunjung kelompok Majeis Taklim (MT) dari berbagai daerah dari dalam dan luar Sumbar.
Salah satu tujuan dari Benni Warlis membangun Surau Kakbah ini dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi surau sebagai fasilitas belajar keagamaan dan adat istiadat.
Menjelang masuknya Ramadan 1446 Hijriah, Surau Kakbah Inyiak ini semakin ramai dikunjungi wisatawan. Selama Ramdhan di sekitar surau terdapat pasa pabukoan berbagai jenis menu makanan berbuka.
“Kehadiran Surau Kakbah Inyiak Tuah Panampuang ini diharapkan dapat melahirkan dan menciptakan generasi emas yang menyeimbangkan pengetahuan intelektual, emosional, dan spiritual khususnya bagi generasi muda terutama jajaran Pendidikan dalam penerapan kurikulum Pendidikan Agam Islam (PAI) juga bagi anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) dapat melakukan praktik manasik haji ,” ujar Etriwarmon Walinagari Panampuang. (Kas)












