Padang  

Soal Randang Rp1,5 Miliar  untuk MTQ, Jangan Sampai Ada Kongkalingkong

Kantor DPRD Sumbar.(rahmat zikri)

PADANG – Kalangan DPRD Sumbar meminta pemerintah daerah untuk tunduk pada aturan yang berlaku soal pengadaan randang senilai Rp1,5 miliar yang akan dijadikan buah tangan bagi peserta MTQ Nasional 2020 ini.

Jangan sampai nantinya, randang yang menjadi trademark unggulan Sumatera Barat itu hasilnya tak maksimal dan justru menyisakan komentar miring di kemudian hari.

“Banyak itu uangnya Rp1,5 miliar, jangan sampai terjadi kongkalingkong. Sepanjang tidak melanggar undang-undang silakan, tapi kalau sampai melanggar undang-undang kita persoalkan ini,”tegas Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Afrizal yang juga bermitra dengan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) itu.

Ia berharap yang dipercaya membuat randang itu adalah yang sudah profesional dan kompeten dalam memasak masakan khas minang ini. Karenanya, dalam waktu dekat pihaknya akan menanyakan persoalan ini pada Pemprov.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Albert Hendra Lukman menyampaikan, jika Pemprov akan menyediakan buah tangan dalam bentuk randang terhadap peserta dan official MTQ, ia berharap perusahaan yang ditunjuk adalah, yang mau menggaet pelaku UMKM dalam pembuatannya.

“Karena ini anggaran pemerintah, tentu pengadaannya harus melewati proses administrasi dan tender. Namun demikian saya berharap pemenang tender itu, nantinya mau menggandeng pelaku UMKM dalam menyiapkan randang ini. Sebab selama pandemi banyak sekali UMKM kita yang terdampak usahanya. Rp1,5 miliar banyak randangnya itu, jangan sampai dimonopoli satu perusahaan besar saja,”katanya.

Senada dengan Albert, Ketua DPRD Sumbar, Supardi meminta menggandeng pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di daerah dan swakelola. Politisi Gerindra ini menambahkan, di Sumbar banyak UMKM yang bergerak dalam usaha randang.

“Kalau ditenderkan yang menang tentu perusahaan-perusahaan besar, katering-katering. Harusnya itu diswakelolakan, sehingga UKM kita juga bisa terbantu, secara mutu dan kelezatan, saya rasa tidak akan kalah UKM-UKM kecil ini,” tukasnya.

Seperti yang sama-sama diketahui, randang merupakan makanan khas Minangkabau yang mendunia, Bahkan dicap sebagai makanan terenak di dunia. Karena kekhasasan ini, pemerintah daerah menyiapkannya menjadi buah tangan di ajang MTQ Nasional 2020 .

Jumlah yang disediakan pun tak sedikit. Ada 5.000 paket makanan khas Minangkabau ini yang nantinya akan diberikan kepada setiap peserta beserta ofisial nantinya. Untuk mewujudkan ini Pemprov Sumatera Barat melalui Biro Umum Setdaprov Sumbar telah menganggarkan Rp1,5 miliar untuk pengadaan rendang ini.

Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar, Rosail Akhyari, kepada media, Jumat (30/10/2020), malam mengatakan, rendang ini nantinya untuk cinderamata bagi peserta MTQ Nasional kali ini. Pemilihan rendang, katanya, karena ini memang khas Minangkabau yang telah dikenal luas.

“Iya, benar. Anggarannya sekitar Rp1,5 miliar atau sekitar lebih kurang 5.000 paket. Nanti akan diberikan kepada peserta,” ujarnya.

Dikutip dari laman LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektonik) terkait MTQ, terlihat pemerintah menyiapkan budget lebih dari Rp1,5 miliar lebih. Dari prose itu yang dikelola oleh Pokja VII itu, sejumlah peminat sudah mengajukan permohonan yang jumlahnya mencapai puluhan.

Namun, dari jumlah sebanyak itu, hanya enam perusahaan yang lolos. Penawaran harga yang mereka ajukan, jumlahnya sekitar 20 persen di bawah HPS (Harga Penawaran Standar). HPS yang diatur dalam dokumen pemilihan Nomor 03/412/PP.VII/BAP2BMD-UKPBJ/2020 dibuat diharapkan dapat menjaga standar sajian yang semestinya. (mat)