Agam  

Sebanyak 84 Erumerator Data UMKM Agam Mulai Bertugas

LUBUK BASUNG –  Sebanyak 84 orang enumerator atau pelaksana pendataan untuk kegiatan Pendataan Lengkap Koperasi dan UMKM (PL-KUMKM) 2022 di Agam telah mulai  melaksanakan tugasnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha, Kecil dan Menengah Agam, Dedi Asmar  Minggu pada  (4/6, mengatakan ke 84 enumerator itu kini telah menyebar ke  84 nagari yang ada di Agam.

“Mereka,  para  enumerator itu adalah  hasil seleksi yang kita lakukan dan mereka tersebar di 84 nagari atau desa adat,” katanya.

Karena mereka baru memulai pendataan maka kami, mengimbau pelaku usaha untuk menyampaikan  data ke para petugas

Baca Juga  13 Ha Padi di Palembayan Agam Siap Dipanen Perdana Pascabencana 

“Target kita adalah  pendataan sebanyak 42.000 unit koperasi dan UMKM selesai dengan tepat dan akurat”  katanya.

Dia menambahkan dengan pencapaian  target ini maka data  koperasi dan UMKM menjadi satu dan  sesuai dengan program pemerintah pusat.

Dedi menjelaskan,  pendataan itu dilakukan agar koperasi dan UMKM di daerah ada dalam satu data, sehingga bisa dilakukan pembinaan kedepan.

Ini dalam rangka untuk meningkatkan perkembanga koperasi dan UMKM di daerah itu, sehingga bisa bersaing dengan UMKM daerah lain.

“Kita bakal melakukan pendampingan dalam meningkatkan produksi, izin dan lainnya bagi UMKM itu,” katanya

Baca Juga  Dinas Pertanian Kabupaten Agam Alokasikan Rp12,7 Miliar untuk Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana Pertanian

Ia mengakui, UMKM merupakan bagian integral dunia usaha dan kegiatan rakyat yang memiliki potensi, kedudukan dan peranan yang cukup strategia untuk mewujudkan struktur perekonomian yang mampu memberikan pelayanan ekonomi, melaksanakan pemerataan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan stabilitas ekonomi nasional.

Hal ini dapat dilihat saat krisis moneter, usaha mikro tetap bertahan, akibat bahan baku produksi pada usaha mikro tidak tergantung dengan barang impor, sehingga biaya produksi tidak tergantung dengan lonjakan nilai mata uang asing terhadap rupiah. (M.Khudri)