Agam  

13 Ha Padi di Palembayan Agam Siap Dipanen Perdana Pascabencana 

Kepala Dinas Pertanian Agam, Heri Prasetyo Wibowo. (foto: ant)

Lubuk Basung – Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan sebanyak 13 dari 39 hektare padi di Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan memasuki panen tahap pertama pascabencana melanda daerah itu pada akhir 2025.

Kepala Dinas Pertanian Agam, Heri Prasetyo Wibowo di Lubuk Basung, Kamis (27/8) mengatakan, 13 hektare padi tersebut panen perdana pada Senin (25/8).

“Lahan tersebut dikelola oleh satu Kelompok Tani Muaro Kandang Sakato yang beranggotakan 16 orang,” katanya.

Baca Juga  Baralek Gadang Batagak Gala Dimulai, 23 Panghulu Kaum Suku Jambak Nagari Lasi Dikukuhkan

Ia mengatakan, hasil uji produktivitas pada sawah yang siap di panen seluas tiga hektare mencapai 5,28 ton per hektare. Kondisi ini lebih baik dibandingkan rata-rata sebelumnya yang berada di kisaran empat ton per hektare.

“Hasil ubinan tercatat tiga kilogram pada ubinan pertama dan 3,25 kilogram pada ubinan kedua,” katanya.

Panen ini menjadi bagian dari proses pemulihan sekaligus menunjukkan bahwa lahan pascabencana kembali produktif dan petani terus bangkit. Di Jorong Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan terdapat 39 hektare lahan sawah yang akan di panen.

Baca Juga  Bupati dan Sekda Agam Terima Penghargaan Lencana

Pascabencana, dukungan diberikan melalui pupuk, rehabilitasi lahan sawah seluas 13 hektare, rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) sebanyak satu paket. Setelah itu benih padi varietas Bujang Marantau dan satu unit traktor tangan untuk konstruksi rehabilitasi lahan sawah.

“Sebelum bencana melanda, pemerintah telah memberikan dukungan berupa pompa air, mesin pemotong rumput, dan power thresher atau mesin perontok padi untuk mendukung aktivitas pertanian kelompok tani,” katanya menjelaskan. (rn/*)