Agam  

Realisasi Bendungan Daerah Irigasi Nagari Bawan, Baru 35 Persen

Sekda Agam Edi Busti

LUBUK BASUNG – Pengerjaan rekonstruksi bendungan Daerah Irigasi (DI) Batang Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam mulai dilakukan dan saat ini sudah terealisasi sekitar 35 persen.

Sebelumnya, bendungan Batang Bawan ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sejak banjir bandang melanda wilayah itu pada 2015 silam.

Sekdakab Agam Edi Busti, Kamis (4/8), saat meninjau proyek tersebut, menjelaskan, akibat permasalahan tersebut sebanyak ratusan hektar lahan persawahan masyarakat tidak dialiri air.

“Rekontruksi DI bendungan Batang Bawan ini memanfaatkan dana rehab rekon dari BNPB sebesar Rp7,6 miliar lebih,” katanya.

Dengan dilakukan rekontruksi bagaimana bendungan Batang Bawan ini kembali berfungsi, yang dapat dinikmati masyarakat untuk mengaliri air ke lawan persawahannya.

“Kita mengerjakannya totalitas, tidak lagi dikerjakan dengan biaya terbatas. Artinya, diselesaikan satu masalah hingga tuntas, sehingga tahun depan tidak jadi permasalahan lagi,” katanya.

Sebab akibat tidak berfungsi bendungan ini ada sekitar 300 hektar sawah masyarakat yang tidak dialiri air, sehingga berdampak pada perekonomian mereka.

“Secara prinsip dalam pengerjaan rekontruksi ini tidak ada kendala, semoga cuaca mendukung,”katanya.

Diharapkan kontraktor pelaksana bisa menuntaskan pekerjaanya dengan tanggungjawab dan komitmen yang tinggi.

“Tapi sebulan bekerja kita lihat progres pengerjaannya cukup bagus, yang sudah capai 35 persen,” katanya.

Salah seorang petani, Agus (54) mengatakan, akibat bendungan tidak berfungsi ada sekitar 300 hektar persawahan masyarakat yang tidak dialiri air.

“Sehingga lahannya beralih fungsi ke kebun jagung, bahkan ada juga yang tidak digarap sama sekali,” katanya.

Diharapkan dengan dilakukan rekonstruksi bendungan diharapkannya sawah masyarakat dapat kembali dialiri air, supaya mereka bisa menggarap sawahnya kembali.

Semoha perbaikan bandar yang mengaliri air dari bendungan ke sawah masyarakat, dengan panjang sekitar 2,5 kilometer.

“Apabila bendungan sudah berfungsi, jika bandar tidak diperbaiki air tidak akan lancar mengaliri sawah masyarakat,” katanya.(M.Khudri)