Agam  

Pulihkan Mental Korban Bencana, IPARI Agam Berikan Trauma Healing

AGAM – Penyuluh Agama Islam Kabupaten Agam, yang tergabung didalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Daerah Kabupaten Agam, berperan aktif pulihkan mental  korban pasca bencana banjir bandang atau banjir lahar dingin Gunungapi Marapi.
Musibah yang menimpa beberapa kabupaten di Sumatera Barat pada pada (11/5) lalu, salah satunya adalah Kabupaten Agam, disamping menimbulkan kerugian harta benda dan kehilangan jiwa juga membuat trauma yang cukup mendalam bagi korban yang mengalaminya
Membaca keadaan demikian, Ikatan Penyuluh Agama Kabupaten Agam lakukan kegiatan trauma healing membantu memulihkan mental korban pasca bencana yang mengalami sock begitu berat, dengan cara mengunjungi posko-posko korban bencana untuk menguatkan keyakinan dan keimanan korban bahwa semua yang terjadi tidak terlepas dari ketentuan Allah SWT,” demikian diungkapkan Sekretaris Umum IPARI Kabuaten Agam, Yandrizal.
“Kegiatan Trauma Healing ini dilaksanakan selama tiga hari yang dimulai dari hari Rabu s/d Jum’at, 15 s/d 17 Mai 2024 lalu di lima kecamatan di Kabupaten Agam wilayah Timur, yaitu Kecamatan Canduang, Ampek Angkek, IV Koto, Sungai Pua dan Kecamatan Banuhampu. Lima kecamatan ini merupakan wilayah yang cukup parah dihantam banjir lahar dingan yang berasal dari Gunungapi Marapi serta banjir bandang yang datang dari Gunung Siinggalang.
Disamping untuk menguatkan keyakinan dan keimanan korban bencana, kegiatan Trauma Helaing ini juga sekaligus melaksanakan program Penyuluh berbagi dengan memberikan bantuan materil berupa uang tunai sejumlah Rp5.000.000 yang diserahkan langsung kepada korban yang dinilai mengalami kerugian cukup parah dan sangat membutuhkan yaitu, satu orang per kecamatan,”tambah Yandrizal.
“Tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah agar korban bencana tidak terlalu lama berada dalam keterpurukan mental atau syok berkepanjangan terutama bagi korban yang kehilangan anggota keluarga mereka,”tambah Wakil Ketua IPARI, Zul Abrar. (Maswir).

Baca Juga  Aktivis HMI Bukittinggi Dirikan Koperasi Insan Cita