Padang  

PR Harian 30.3 Persen, Perketat Pengawasan

Jasman Rizal.(ist)

PADANG – Jumlah pemeriksaan di Laboratorium Unand yang dipimpin Dr. Andani Eka Putra 541 sample. Dari 541 sample tersebut, terkonfirmasi terinfeksi covid-19 (positif baru) adalah 164 orang atau 30.3%. Sembuh 20 orang.

“Artinya positivity rate (PR) di Sumbar hari ini adalah 30.3%, merupakan PR harian tertinggi yang pernah terjadi di Sumbar selama masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama 61 minggu,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jasman Rizal, Senin (10/5).

Ia mengatakan, kondisi Sumbar sudah semakin mengkhawatirkan. Perkembangan covid-19 sudah semakin berbahaya. Diharapkan Satgas Covid-19 kabupaten dan kota sampai ke Satgas Covid-19 tingkat jorong, dusun, RW dan RT kiranya segera melakukan berbagai upaya yang dianggap penting dan perlu sesuai kearifan lokal masing-masing. Saling berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memutus mata rantai perkembangan covid-19 di daerahnya masing-masing.

“Perlu jadi catatan kita adalah, bahwa dari data yang ada beberapa minggu terakhir sejak pertengahan April 2021, pertumbuhan dan pertambahan warga Sumbar positif terinfeksi covid-19 sudah didominasi di daerah pelosok/perkampungan. Hal ini diduga karena banyaknya warga yang curi start mudik dan mereka tidak memberlakukan protokol kesehatan sesuai aturan yang ada. Begitu sampai di tujuan atau kampungnya, mereka langsung berinteraksi dengan keluarga dan masyarakatnya. Ini berbahaya, karena bisa jadi ada diantara mereka yang telah terinfeksi namun tidak bergejala (OTG),” tambah Jasman.

Ia berharap Satgas mengawasi orang yang baru datang dari manapun juga, apalagi dari luar provinsi. Harusnya mereka yang baru datang dari luar provinsi tetaplah memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, yaitu sebelum berinteraksi dengan masyarakat dan keluarganya wajib terlebih dahulu dipastikan negatif terinfeksi covid-19. Caranya adalah karantina mandiri dengan kedisiplinan yang tinggi selama 14 hari atau PCR Test.

“Di samping itu, kita juga menemukan munculnya klaster baru perkembangan Covid-19 di beberapa wilayah. Dengan adanya kasus klaster baru di lokasi lokasi baru, seharusnya telah menjadi perhatian kita bersama untuk lebih waspada lagi dengan perkembangan covid-19 ini. Mari bersama kita lawan covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, disiplin dan tentu saja berserah diri kepada Allah SWT,” tutup Jasman. (yke)