Dharmasraya – Petani kelapa sawit di Dharmasraya menyampaikan keluh kesahnya kepada Bupati Annisa Suci Ramadhani sehubungan dengan potongan timbangan Tandan Buah Segar (TBS) oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Menurut petani kelapa sawit ini, potongan timbangan merugikan mereka antara Rp 400.000 hingga Rp 500.000 per satu truck TBS.
Dalam dialog terbuka yang dilaksanakan di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar tersebut, para petani menyebut potongan timbangan yang diterapkan pihak pabrik berkisar antara 4 hingga 8 persen.
“Potongan sebesar itu memberatkan kami, apalagi tidak ada penjelasan teknis yang jelas dari pabrik,” ujar Jhon Nasri, Ketua KUD Lubuk Karya.
Menanggapi keluhan itu, Annisa menyatakan komitmennya untuk turun tangan dan mencari solusi konkret. Annisa langsung memerintahkan Asisten II, Yefrinaldi yang turut hadir dalam dialog itu untuk segera mengkaji permasalahan secara mendalam dan mencarikan jalan keluar yang berpihak pada petani.
“Ini bukan hal kecil. Kita harus pastikan sistem penimbangan berjalan adil dan transparan. Saya minta Asisten II segera berkoordinasi dengan dinas terkait dan pihak pabrik untuk menuntaskan masalah ini,” tegas Annisa.
Ia juga menyampaikan pentingnya membentuk forum komunikasi antara petani, koperasi, dan perusahaan sawit sebagai wadah untuk menjembatani persoalan-persoalan di lapangan secara rutin dan terbuka. ( roni)












