PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, untuk mewujudkan kompetensi, dan produktivitas sumber daya manusia (SDM) berdaya saing nasional, maupun internasional.
Upaya tersebut, ditandai dengan penyerahan hibah lahan di Nagari Nyiur Melambai Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir.
Hibah lahan tadi, akan dipergunakan untuk pembangunan Workshop Pertanian, Perikanan dan Pariwisata (Transformasi Balai Latihan Kerja).
Pada Rabu (11/1/2023), pelaksanaan penandatanganan Naskah Perjanjian, serah terima hibah lahan antara Pemkab Pessel dan Kemnaker RI terwujud, bertempat di Aula Tridharma Kemnaker RI, Jakarta.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menjelaskan, bentuk kolaborasi dilakukan, berupa pengembangan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), maupun sinergi program pelatihan dan pendampingan lulusan pelatihan.
“Kami berharap dukungan pemerintah daerah, untuk mendorong keterlibatan para pengusaha, dalam penyelenggaraan pelatihan vokasi dan peningkatan produktivitas,” ucap Ida Fauziyah, Rabu.
Menurut Menaker, pada sektor ketenagakerjaan, investasi menjadi hal yang sangat penting.
Karena, di dasarkan lima alasan, yakni: investasi membuka lapangan kerja, investasi memperbesar peluang alih teknologi dan pengetahuan, investasi memperkuat kualitas SDM, investasi mendorong peningkatan produktivitas, dan investasi menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional.
Masuknya investasi, lanjut dia, akan semakin mendorong negara dalam memberikan layanan yang prima, good governance, serta daya saing nasional.
Di sisi lain, investasi juga bermanfaat untuk mengukur tingkat kemudahan berusaha.
“Kualitas SDM yang mumpuni mendorong produktivitas lebih baik, tentunya menjadi pertimbangan utama investor, ketika akan menanamkan modalnya di Indonesia,” kata Ida Fauziyah.
Pada kesempatan itu, Menaker RI mengapresiasi Bupati Pessel, Gubernur Jambi, dan Bupati Halmahera Selatan, atas komitmen dalam menyerahkan lahan beserta bangunan, agar dapat digunakan sebagai pengembangan Unit Pelaksana Teknis Pusat BPVP di masing – masing daerahnya.
“Pengembangan UPTP BPVP merupakan wujud nyata dari implementasi strategi revitalisasi fasilitas, sarana dan prasarana,”ucap Ida Fauziyah.
Sementara itu, Bupati Pessel Rusma Yul Anwar menyatakan, hibah lahan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dan kolaborasi Pemda bersama Kemnaker RI, untuk mewujudkan SDM yang kompeten dan berdaya saing di Pessel.
Sesuai dengan cita-cita RPJMD, di antaranya mengurangi tingkat pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, ucapnya.
Rusma Yul Anwar melanjutkan, bahwa arah pengembangan potensi unggulan Pesisir Selatan ke depan: sektor pertanian, perikanan dan pariwisata termasuk bahari tentunya.
Berbagai hal perlu disiapkan, . salah satunya ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi.
“Untuk itu, kolaborasi adalah salah satu pendekatan yang mesti kita lakukan saat ini, karena pemda tidak akan bisa bergerak sendiri. Butuh sinergitas dari berbagai pihak terutama Kemnaker”, terang Rusma Yul Anwar, dalam relis diterima, Kamis (12/1/2023). (tsp)










