PULAU PUNJUNG – Sayup- sayup terdengar riak- riak kecil aliran Sungai Batanghari. Sejumlah warga duduk- duduk santai dan berdiri dipinggir sungai terpanjang ke 4 di Indonesia itu sembari menunggu waktu berbuka puasa. Persis di pinggir Sungai Batanghari tersebut berdiri kokoh tempat ibadah yang diberi nama Mushallah Istiqomah. Dulu mushallah ini akrab disebut surau dagang, karena dibangun swadaya perantau.
Satu jam sebelum berbuka puasa tiba, para bundo kanduang tampak menenteng rantang. Rupanya hari itu, Sabtu (15/4/2023) 1444 Hijriah ada kegiatan buka puasa bersama jamaah Mushallah Istiqomah.
Sekira pukul 18.00 WIB, para bundo kanduang, dan pemudi, Jorong Pasa Lamo, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, sibuk mempersiapkan menu berbuka puasa. Beragam jenis menu makanan khas minangkabau dan minuman penggugah selera sudah tersusun rapi ditempat yang telah disediakan. Tak berselang lama sirine tanda berbuka puasa meraung menembus awan. Para jamaah pun membatalkan puasa dengan minuman segar yang telah tersedia.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar”, suara azan magrib menggema syahdu menyejukkan telinga. Usai salat magrib para jamaah menyantap makanan yang sudah terhidang sedari tadi.
Hadir pada kesempatan itu, mamak urang rantau yang ditinggikan sarantiang, didahulukan salangkah, Ardani Dt Payuang, mamak peratau Agam Bukittinggi 50 Kota, Id Kilat Warna, tokoh masyarakat, niniak mamak, bundo kanduang, pemuda, pemudi dan sejumlah remaja dan anak- anak. Mereka membaur menjadi satu, duduk bersila menikmati makanan berbuka puasa, akrab penuh parsaudaraan.
” Kegiatan ini merupakan angenda yang dilaksanakan setiap bulan Ramadahan. Tujuannya adalah untuk mempererat simpul- simpul silaturahmi antar sesama, dan saling memaafkan,” terang Ardani Dt Payuang kepada Topsatu.com disela- sela kegiatan itu.
Selasai berbuka dilanjutkan dengan salah isya berjamaah, mendengarkan ceramah, salat tarawih dan witir. Kemudian saling bersalaman dan pulang ke rumah- masing. ( roni )












