PARIAMAN – Pemko Pariaman membuka jalan lingkar timur. Jalan tersebut terbentang dari Desa Padang Biriak-Biriak sampai Desa Sungai Rambai di Kecamatan Pariaman Utara.
Dengan terbukanya jalan lingkar timur tersebut, diyakini akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat, terutama peningkatan taraf ekonomi dan akses ke Desa lainnya.
Demikian dikatakan Walikota Pariaman Genius Umar ketika Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pariaman Utara di Aula Kantor Camat Kecamatan Pariaman Utara, Kamis (17/2).
Diungkapkan Genius Umar bahwa di tahun ini, Pemko Pariaman telah membuka 10 badan jalan non badgeter atau non anggaran. Pembangunan jalan lingkar ini juga sudah dilakukan di Kecamatan Pariaman Selatan. Hasilnya, masyarakat setempat sudah merasakan.
Selanjutnya, di kawasan pantai utara di Kecamatan Pariaman Utara juga sedang berlangsung pengerjaannya. “Biasanya tempat kandang ternak yang tidak indah di pandang mata, kita rubah menjadi bersih dan indah. Begitupun, biasanya warga setempat yang membelakangi pantai, di rubah orang yang datang memandang ke pantai. Ini, konsep Water Front City (WFC) yang sedang gencarnya dilakukan di Kota Pariaman “, tuturnya.
Setelah selesai pembangunannya, nanti tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Pemerintah desa merencanakan dimana titik-titik yang akan dijadikan spot atau kawasan wisata.
Untuk jalan yang di Desa Manggung sampai Desa Padang Biriak-Biriak, pada anggaran perubahan akan lakukan pengerasan, tapi diusahakan mendaftarkan ke pemerintah pusat tahun 2022, semoga terealisasi tahun 2023.
Untuk itu, Walikota Genius minta kepada semua kepala desa agar jalan lingkar timur atau jalan yg sudah ada ini, diusahakan pelebarannya.
“Kolaborasi Pemko Pariaman, Pemerintah kecamatan, Pemerintah desa, masyarakat, alim ulama dan pemuda sangat dibutuhkan demi kemajuan Kota Pariaman”, pintanya. (Agus)












