Pariaman Kembangkan Teknologi AWD untuk Budidaya Padi Hemat Air

PARIAMAN  — Wakil Walikota Pariaman, Mulyadi, secara resmi membuka kegiatan penerapan Teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) pada budidaya padi di Kelompok Tani (Poktan) Santok Indah. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) Padang dan Archeda Co. Jepang, yang digelar di halaman Kantor Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Selasa (21/4).

Program ini bertujuan mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui penerapan teknologi AWD dalam sistem budidaya padi. Metode AWD merupakan pendekatan pengelolaan air yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari lahan persawahan.

Mulyadi menyampaikan bahwa air merupakan faktor vital bagi tanaman padi. Namun, anggapan bahwa padi harus selalu tergenang air dinilai kurang tepat. Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat menghambat pernapasan akar dan menyebabkan pemborosan air.

Baca Juga  Perpanjang Masa PSBB, Pemko Pariaman Lakukan Persiapan Matang

“Melalui metode AWD, penggunaan air irigasi dapat dikurangi hingga 20 persen tanpa menurunkan produktivitas padi. Petani bisa mengatur pemberian air secara lebih terukur, sehingga tanaman tetap tumbuh optimal meskipun dalam kondisi keterbatasan air,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan kehadiran delegasi Archeda Co. Jepang yang dipimpin Takayuki Ota bersama civitas akademika Unand menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Pariaman, khususnya bagi Poktan Santok Indah. Mulyadi berharap para petani dapat menyerap ilmu yang diberikan agar teknologi ini bisa diterapkan dan dikembangkan di kelompok tani lainnya di Kota Pariaman.

Selain itu, Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Archeda dan Unand atas dukungan dalam penerapan teknologi AWD. Ia menambahkan, melalui penelitian ini akan dilakukan kajian komprehensif dari sisi teknis, lingkungan, dan ekonomi, termasuk penentuan lokasi ideal sebelum masa tanam.

Baca Juga  Pemerintah Kota Pariaman Adakan Cek Kesehatan Gratis

“Saya berharap pertanian di Desa Air Santok dapat menghasilkan panen yang melimpah dan produktivitas padi semakin meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Air Santok, Edison, mengatakan bahwa Kelompok Tani Santok Indah selama ini aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, sehingga dipercaya menjadi lokasi penelitian oleh Archeda.

“Kami berharap kegiatan ini terus mendapat pendampingan dari pihak Unand, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani di Desa Air Santok,” ujarnya. (agus)