Outlet Kopi Dinding ke-8 Diresmikan

Outlet kopi dinding. (*)

PADANG – Banyak cara untuk berbagi dan meningkatkan rasa empati ke sesama manusia. Salah satunya, yang digagas Miko Kamal, yakni outlet Kopi Dinding.

Outlet Kopi Dinding bukanlah kafe yang menyajikan kopi dengan beragam variannya, namun outlet ini adalah tempat yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk berbagi makanan ke orang yang tidak mampu.

“Kita dapat ide dari sebuah kafe di Tunisia. Kafe ini sempat viral di media sosial karena di sana pengunjung tidak saja memesan makanan untuk dirinya sendiri, tapi juga bisa meninggalkan kupon makanan yang nantinya bisa dipakai oleh pengemis, orang tidak mampu dan siapa saja yang sedang kekurangan uang untuk membeli makanan,” kata Miko saat meresmikan Outlet ke-8 Kopi Dindiang, Jumat (23/3) di Lapau Nasi Putri Sunyi, Jalan Perak II Nomor 7.

Ia mengatakan, sejak Kopi Dinding dibuka pada Februari 2016, cukup banyak pengunjung yang antusias untuk berbagi makanan. Setiap harinya ada sekitar 10 hingga 15 kupon yang disematkan di dinding yang sudah disediakan pemilik outlet.

“Ini cara kita mempertebal rasa empati,” kata Miko.

Saat ini, kata Miko, selain di Jalan Perak, outlet Kopi Dinding juga hadir di Pasa Mudiak (Lapau Ongga), Dhamasraya, Payakumbuh, kawasan Kampus Bung Hatta, Limponi Indarung dan dua outlet lagi di Kolaka Sulawesi Tenggara.

Adapun cara kerja Kopi Dinding, pengunjung menuliskan makanan dan minuman yang ingin disumbangkan di secarik kertas. Setelah membayar total pesanan dan juga makanan yang ingin disumbangkan, kertas itu ditempelkan di dinding yang sudah disediakan.

“Bagi masyarakat kurang mampu yang ingin makan, kertas yang ditempel di dinding itu bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan makanan secara gratis,” pungkasnya. (wahyu)

Loading...