Optimalisasi Pasokan Air Menjadi Target PAM Tigo Payakumbuh

DARI PERINGATAN HARI AIR SEDUNIA

PAYAKUMBUH-Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret setiap tahunnya. Momentum itu sekaligus jadi pengingat betapa pentingnya untuk menjaga pelestarian air ditengah tantangan dan kebutuhan yang begitu besar saat ini. Apalagi kebutuhan akan air bersih yang tinggi itu, tidak diikuti dengan ketersediaannya yang semakin hari semakin sedikit.

Memaknai semangat peringatan Hari Air Sedunia itu, Perusahan Umum Daerah (Perumda) PAM Tirta Sago (Pam Tigo) Kota Payakumbuh, terus berupaya sebaik mungkin atasi berbagai persoalan terkait penyediaan air bersih bagi warga kota itu. Di mana penambahan pasokan hingga digitalisasi teknis pasokan, hingga pendistribusian air yang lancar bagi pelanggan menjadi skala prioritas yang akan dikejar.

Direktur Utama PAM Tigo Khairul Ikhwan, didampingi Direktur Umum Asrar Dt. Lelo Anso, kepada Singgalang, Rabu (23/3), mengatakan, dalam upaya memaksimalkan pelayanan ketersediaan air bersih di Kota Payakumbuh, salah satunya bekerja sama dengan Perusahaan Air Minum Tugu Tirta, Kota Malang, yang sudah mampu mengatasi persoalan terkait penyediaan air minum.

“Kita akan membangun kerjasama dalam program Rencana Pengelolaan Air Minum (RPAM) bersama PAM Tugu Tirta. Artinya bagaimana nanti kita bisa menjaga sumber air dari hulu hingga ke rumah pelanggan dengan baik. Selain itu, tentunya mengoptimalkan WTP yang sudah dibangun ini agar bisa bermafaat untuk sumber air bersih bagi warga kota,” ujarnya.

Menurutnya, sebelumnya juga pada Selasa (22/3), juga telah menggelar apel peringatan Hari Air Sedunia, jajaran Perumda Pam Tigo, berkumpul di kawasan Batang Agam, persisnya lokasi dibangunya Water Treatment Plant (WTP) untuk melaksanakan upacara peringatan, hingga penanaman pohon sebagai bentuk upaya menjaga dan melindungi ketersediaan air.

“Cukup istimewa bagi PAM Tirta Sago pada peringatan hari air sedunia kali ini. Betapa tidak, selain dihadiri pejabat di jajaran Pam Tigo dan Pemko Payakumbuh, ikut pada peringatan hari air sedunia itu, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Air Minum Tugu Tirta, Kota Malang, Jawa Timur, M. Nor Muhlas. Dirut PAM berprestasi nasional dengan tingkat kebocoran jaringan hanya sekitar 14 persen itu, patut menjadi acuan dan tempat belajar menata sebuah perusahaan air minum, termasuk bagi Kota Payakumbuh,” tambahnya.

Sebelumnya, Asisten III Setdako Payakumbuh Amriul Dt Karayiang, yang hadir mewakili Pemko Payakumbuh, kepada Singgalang, mengatakan, Pemko Payakumbuh terus mendorong agar Perusahaan Tirta Sago mampu mengevaluasi setiap persoalan yang muncul dan melakukan pembenahan dengan baik, agar setiap seluruh pelanggan bisa terlayani.

“Dengan dibangunnya dua unit Water Treatment Plant (WTP) saat ini, bisa dimaksimalkan selain pasokan air yang bersumber di Kabupaten Limapuluh Kota. Memang biayanya cukup besar, namun ini salah satu upaya untuk melayani masyarakat agar pasokan air minum bisa lancar dan dinikmati warga Kota Payakumbuh,” ucapnya.

Dikatakan, memang saat beban puncak seperti sore hari, masih ada pelanggan yang mengeluhkan kecilnya aliran air. Bahkan pada titik tertentu di pinggir Kota Payakumbuh, air pada jam puncak hanya menetes saja. “Nanti pada bulan Ramadhan, kita berharap Pam Tigo bisa mengatasi persoalan pada jam puncaknya. Sehingga keluhan warga terkait air minum ini tidak lagi terdengar. Sehingga pelayanan optimal yang menjadi unggulan dari jajaran PAM Tigo ini bisa terealisasi di masyarakat,” katanya.

Selain itu, Amriul juga berharap kepada masyarakat kota untuk selalu menjaga tiga komponen, yaitu tanah, air dan udara. Tanpa ketiganya mustahil manuasia akan bisa bertahan hidup. “Jadi kita menghimbau kepada seluruh masyarakat marilah kita jaga sumber air, kemudian juga menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kita juga mengajak masyarakat kota untuk tidak merusak lingkungan dan memeliharanya dengan sebaik mungkin, seperti yang digagas oleh PAM Tigo dengan menanam pohon untukkeseimbangan alam kita,” pungkasnya. 207