Model Pembelajaran MEA Berorientasi STEM Sebagai Solusi dalam Melatih Keterampilan di Abad 21

Peran dosen sebagai fasilitator adalah mempersiapkan semua perangkat perkuliahan mulai dari menyiapkan RPP, media pembelajaran seperti video pembelajaran, bahan ajar, e-modul, evaluasi pembelajaran dan petunjuk penggunaan model. Selain itu dosen juga mempersiapkan sebuah produk atau benda nyata untuk menjelaskan materi perkuliahan sebagai salah satu karakteristik pendekatan STEM. Dosen sebagai motivator adalah memberikan motivasi, arahan dan membuka wawasan mahasiswa agar mahasiswa termotivasi untuk menerima pembelajaran. Dosen bersikap akrab dan memperlakukan mahasiswa sebagai mitra dalam menggali dan mengolah informasi untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan penuh tanggung jawab. Saat pembelajaran Synchronous maka dosen membagikan berbagai program aplikasi yang berkaitan dengan model MEA terintegrasi STEM. Program aplikasi yang dibutuhkan antara lain; 1) Xmind ZEN untuk membuat peta konsep, 2) Spreadsheet untuk melakukan perhitungan, 3) Scratch untuk membuat animasi pembelajaran, 4) Teamviewer untuk melakukan diskusi online, 5) Zoom atau WhatsApp Group untuk mempresentasikan hasil diskusi.

Dosen sebagai Pembimbing dan Konselor

Peran dosen sebagai pembimbing dalam hal ini berhubungan dengan perilaku dan moral mahasiswa dalam pembelajaran. Dosen membimbing mahasiswa agar dapat mematuhi semua peraturan yang telah disepakati bersama saat pembelajaran berlangsung sehingga terjadi suasana yang nyaman dan kondusif serta menyenangkan. Dosen membimbing mahasiswa dalam menemukan tujuan akhir perkuliahan yang hendak dicapai. Peran dosen sebagai konselor adalah sebagai terapi terapi perbaikan diri bagi mahasiswa yang merasa pesimis dan rendah diri karena mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan. Selain itu juga menjadi petunjuk bagi mahasiswa dalam memahami lingkungan sekitar dan jati dirinya. Sedangkan peran dosen sebagai konselor dalam pembelajaran adalah dosen dapat melayani semua pertanyaan yang muncul, dapat memberikan jawaban yang membantu mahasiswa untuk memahami materi yang disampaikan. Selain itu dosen juga dapat meluangkan waktunya untuk menerima pertanyaan yang diajukan mahasiswa setelah pembelajaran berakhir. Oleh karena itu peran dosen sebagai pembimbing dan konselor yang penting dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan model MEA terintegrasi STEM.

Dosen sebagai Pelatih

Peran dosen sebagai pelatih mempunyai peran penting dalam model pembelajaran MEA terintegrasi STEM karena proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan terhadap keterampilan pengetahuan maupun keahlian. Penguasaan dan pencapaian learning outcome yang telah ditetapkan dibutuhan latihan yang terus menerus dilakukan.

Peran dan Tugas Mahasiswa

Tugas dan peran mahasiswa dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran MEA terintegrasi STEM sebagai berikut; Mahasiswa sebagai Pelaku Pembelajaran; Mahasiswa melakukan kegiatan dan beraktivitas selama pembelajaran, berbagi informasi dan ide, berkomunikasi dan berkolaborasi, berdiskusi dan memberikan sanggahan serta mengembangkan potensi diri tentang pengetahuan yang dimiliki; mahasiswa mengerjakan tugas yang diberikan dosen, menghasilkan animasi pembelajaran kemudian mempresentasikan hasil diskusi.

 

Mahasiswa Sebagai Penganalisis

Mahasiswa menganalisis produk nyata yang telah dijelaskan dosen dan menghubungkan dengan materi pembelajaran. Mahasiswa menentukan ends-goal, sub-goals, sub-sub goals dan menggunakan berbagai program aplikasi. membangun pemahaman dengan berkomunikasi dan menyampaikan gagasannya kepada dosen dan mahasiswa lain. Mahasiswa melakukan interaksi dengan dosen serta mahasiswa lainya dalam menyelesaikan permasalahan agar pemahaman mahasiswa menjadi lebih baik. Mahasiswa mencari informasi dari berbagai sumber yang relevan, mengamati, berdiskusi sehingga memperoleh pengalaman konseptual, pengalaman belajar dan kreatif. Mahasiswa mampu berpikiran ke depan sehingga dapat dapat berkompetisi dan bersaing di era revolusi industri 4.0

Mahasiswa sebagai Penilai Kelompok Lain