Mobil Antre Bensin, Pertamina Minta Beralih ke Pertalite

  • Whatsapp
Ilustrasi. (*)

PARIAMAN – Beberapa bulan menghilang, hari-hari belakangan fenomena itu mewabah lagi. Mobil-mobil yang mengonsumsi premium kembali mengular di sekitar stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) di berbagai tempat.

Tidak hanya di Padang, wabah mobil yang mengular di jalan raya tersebut juga menjangkit di berbagai daerah termasuk Kota Pariaman. Pantauan, Selasa (17/9), antrian panjang kendaraan roda empat tersebut setidaknya terlihat di beberapa stasiun pengisian BBM.

Bacaan Lainnya

Hebatnya, antrian tersebut terjadi pada waktu yang berbeda. Pagi menjelang siang, antrean di sekitar SPBU di daerah Simpang Jagung. Siang menjelang sore di SPBU daerah Jati.  Antrean panjang yang terjadi di daerah Jati tersebut terkadang cukup mengganggu karena kondisi badan jalan di ruas tersebut yang cukup sempit. “Memang beberapa hari belakangan kita mulai harus antri panjang untuk mendapatkan bensin,” kata Ilham, salah satu pengendara yang ikut antri.

Terlepas dari itu, baik Ilham, Taufik, ataupun pengendara lain berharap kondisi tersebut segera disikapi pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pasalnya, antrian yang memakan waktu cukup lama tersebut juga kurang efisien.

Sementara itu, Eksekutif Sales Representatif (ESR) PT Pertamina Wilayah VIII Sumbar, Andi Arifin kembali menegaskan, kuota premium Sumbar telah melebihi dari target penyaluran yang sudah ditetapkan BPH Migas, sehingga pembatasan penyaluran tak dapat dielakkan.

“Sampai Juli 2019 saja, penyaluran premium sudah mencapai 132,5 persen. Bila tak ditekan hingga akhir tahun over kuota akan semakin tinggi. Sebelumnya kita estimasi hingga akhir tahun hanya terjadi over kuota hingga 114 persen, tapi sampai Juli 2019 saja sudah sangat tinggi,” terangnya.

Untuk menghindari antrean, pihaknya sudah berpesan kepada SPBU untuk membuka semua nozzle yang ada, sehingga antrian dapat diminimalisir. Namun, bila masyarakat tak ingin antrian panjang, dia berharap segera beralih kepada bahan bakar khusus, seperti pertalite dan pertamax atau menggunakan BBM sesuai jenis kendaraan dan mesin masing-masing. (yuni)

Pos terkait