Agam  

Misi Penyelamatan Danau Maninjau Dimulai, Jumlah Keramba Didata

Bupati Agam Andri Warman sedang memberikan kata sambutan saat pelepasan tim pendataan keramba jaring apung secara simbolis di Objek Wisata Linggai Park, Selasa (1/6)

LUBUK BASUNG – Sebagai langkah awal penyelamatan Danau Maninjau, Pemerintah Kabupaten Agam, mulai melakukan pendataan jumlah keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau.

Pendataan dilaksanakan Dinas Perikanan bekerjasama dengan Satpol PP Damkar Agam, Perhubungan, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup, Polres Agam, Kodim 0304 Agam, pemerintahan kecamatan Tanjung Raya dan nagari serta tokoh masyarakat setempat.

Bupati Agam bersama unsur Muspida mengadakan rapat di Linggai Park, sekaligus secara simbolis meresmikan tim pendataan.

“Pendataan itu dilakukan organisasi perangkat daerah terkait, Polres Agam Kodim 0304 Agam, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari dan Satgas,” kata bupati.

Pemkab Agam memang perlu melakukan pendataan itu untuk mengetahui jumlah KJA di Danau Maninjau mengingat tidak ada data pasti jumlah termasuk siapa pemiliknya.

Baca Juga  Ketua IPWL Ditangkap Atas Kasus Narkoba

“Informasi berbeda tentang jumlah KJA. Ada yang mencatat 12 ribu petak, bahkan ada yang mengatakan 22 ribu petak,” katanya.

Pemkab membentuk tim pendataan KJA secara simbolis langsung dilakukan rapat dengan OPD terkait dalam membahas pendataan itu.

Bupati mengatakan, pada 17 Juni bakal dilakukan presentasi secara virtual dan ini permintaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan.

Pendataan dan pembenahan KJA itu ditargetkan sampai Agustus 2022.

Untuk itu, pihaknya berharap pemilik keramba jaring apung mendukung pelaksanaan pendataan itu, karena Pemkab Agam tidak melakukan penertiban, melainkan pendataan.

Setelah itu, keramba tersebut dibuat zonasi seperti, KJA di kawasan objek wisata Linggai Park akan dipindahkan ke Tanjung Sani.

Selain itu, akan menertibkan truk yang masuk ke Tanjung Raya saat membawa pakan ikan.

Baca Juga  Di Agam, Dilarang Merokok di Tujuh Lokasi Ini

“Ini masalah besar, kalau bisa diatasi maka berdampak untuk masyarakat banyak karena kita ke depan akan mengembangkan objek wisata di danau itu,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Danau Maninjau.

Setelah itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan rapat koordinasi tata kelola Danau Maninjau sebagai destinasi pariwisata secara virtual bersama beberapa menteri, Gubernur Mahyeldi, Wakil Gubernur Audy Joinaldy, Bupati Andri Warman, Sekda Martias Wanto dan OPD terkait.

Rencananya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bakal mengunjungi Danau Maninjau, Kamis (3/6).

“Ini bentuk kepedulian pemerintah pusat ke Danau Maninjau,” katanya. (M.Khudri)