LUBUK BASUNG.
Peristiwa longsor nagari Salareh Air yang memakan korban 4 orang, dua dipastikan meninggal mendorong camat Palembayan Sabirun S Ap untuk menutup kegiatan pengambilan material tanah di lokasi longsor jorong Padang Koto Gadang itu.
“Iya harus dihentikan kegiatan pengambilan tanah di lokasi itu, sekarang sedang dipasang garis polisi ” kata Camat yang dihubungi Top Satu melalui telepon selulernya Selasa (8/11) beberapa jam setelah kejadian.
Sebagaimana yang diberitakan sebanyak 4 orang tertimbun, 2 ditemukan meninggal, 1 orang belum ditemukan dan 1 lainnya masih dicari. Korban meninggal atas nama Isuf (40) dan Agung (25), keduanya warga Pasaman. Sedangkan korban kritis adalah Fauzan (22) juga warga Pasaman dirujuk ke RS Yasri Pasaman Barat. Yang masih dalam pencarian bernama Dodi Saputra (30) Warga Palembayan.
Camat Sabirun mengatakan, bahwa sebelum kejadian pihaknya telah melarang kegiatan pengambilan tanah itu, tapi ternyata masih ada warga yang membutuhkan dan melakukan penggalian lereng bukit itu. “Sudah kita larang, tapi masih ada warga yang membutuhkan material itu ” kata Sabirun.
Agar larangan itu memiliki kekuatan hukum, Camat berjanji mendorong pihak nagari Salareh Air melalui wali nagari, Bamus dan tokoh masyarakat mengadakan musyawarah untuk menghentikan kegiatan penggalian penggalian yang membahayakan itu. “Dalam waktu dekat pemerintah nagari dan Bamus diminta untuk musyawarah “katanya.
Menjawab pertanyaan apakah kegiatan penggalian serupa banyak dilakukan warga di Palembayan, Camat Sabirun mengatakan hanya ini satu satunya. “Hanya disini saja, ditempat lain tidak ada” ujar Camat (MK)












