Koperasi –LPN Tumbuh Pesat

oleh -845 views
Ketua Koperasi - LPN  Suratno Sukoco. (*)

PULAU PUNJUNG – Koperasi Lumbuang Pitih Nagari (LPN)  bergerak di bidang usaha simpan pinjam berada di Lubuk Lesung, Nagari Pulau Mainan, Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, tumbuh pesat.

Ketua koperasi – LPN Suratno Sukoco kepada topsatu, Minggu (8/9) menjelaskan, latar belakang dari  pendirian simpan pinjam LPN  ini melihat sulitnya warga mendapatkan pinjaman untuk modal usaha.

“Akhirnya, kami sepakat dengan para tokoh masyarakat untuk mendirikan LPN ini,” jelasnya.

Dari hasil kesepakatan tersebut, pada September 2001 silam, ia bersama dengan tokoh lainnya melakukan pembentukan pengurus sebanyak 35 orang dan sekaligus mengumpulkan dana sebagai bentuk penyertaan modal pertama.

Pada pertemuan pertama itu, berhasil terkumpul modal lebih kurang Rp44 juta. Dari modal itu kemudian dimulailah usaha simpan pinjam kepada masyarakat terutama  yang menjadi anggota LPN.

“Dengan modal terbatas terus dikembangkan secara bergilir dan bergulir,” ucapnya.

Seiring waktu, pada 19 Oktober 2015 mengalami kemajuan. Di tengah kemajuannya,  nama simpan pinjam LPN  ini  diubah menjadi koperasi – LPN  dengan moto ” ramah lingkungan ,”tuturnya.

Selain itu, besarnya penyertaan modal dari pengurus tidak lebih dari 30 persen dari jumlah modal koperasi. Hal ini, bertujuan untuk pemerataan dan  agar tidak terjadi  monopoli bagi setiap anggota koperasi.

Dengan pertumbuhan Koperasi – LPN yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, saat ini koperasi memiliki gedung representatif dua lantai dan aset lebih kurang Rp20 miliar dengan  jumlah  anggota 150 orang. Dari jumlah anggota itu ada yang memiliki kebun dan  ada juga yang bergerak dibidang wiraswasta (perdagangan).

Dalam mengembangkan simpan pinjam  ini Koperasi –LPN dibantu 3 bank diantaranya, Bank Nagari, BRI  dan Sarana Sumatera Barat Ventura (SSBV).

Untuk saat ini Koperasi- LPN mengucurkan  pinjaman  sekitar 50 persen kepada anggota yang usahanya produktif dengan suku bunga 1 persen perbulannya. Karena usaha produktif ini perputaran uangnya lebih cepat. Sebagian lagi pinjaman diarahkan ke petani yang memiliki kebun sawit  yang sudah menghasilkan.

Keringanan yang diberikan kepada nasabah yakni tidak mengikat artinya boroh atau jaminan sertifikat tidak perlu dibalik namakan kepada notaris.  Jadi, nasabah tak perlu menunggu lama.

Bagi anggota yang tidak memiliki jaminan, tidak bisa diberikan kredit. Alasannya  berisiko.

Ditambahkannya, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan melalui Dinas Koperindag bertindak sebagai pembina.

Ia mengharapkan Pemkab setempat untuk mengupayakan suku bunga yang lebih ringan sehingga tidak memberatkan nasabah atau warga masyarakat sekitarnya untuk meminjam di koperasi. (fery)

 

Loading...