Limapuluh Kota – Sektor pariwisata menjadi sektor yang diunggulkan Pemkab Limapuluh Kota untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah itu. Peran homestay atau pondok wisata sebagai pendukung aktivitas perekonomian di sektor pariwisata sangat vital. Melalui peningkatan kapasitas yang diadakan Kemenkop UKM bagi pelaku usaha homestay, diharapkan dapat berbenah guna menjaring wisatawan dan menggerakkan komunitas lokal di daerah yang menjadi destinasi wisata.
Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, menyampaikan hal itu, ketika memberikan sambutan pada Bimbingan Teknis (Bimtek) usaha mikro berbasis kompetensi di bidang homestay/pondok wisata yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM di Hotel Grand Narasaki, Ngalau Sampik, Kamis (24/11).
Menurutnya, sebagaimana diketahui, Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Usaha Mikro menggelar Bimtek bagi 30 pemilik homestay dan pondok wisata di Kabupaten Limapuluh Kota selama empat hari. “Bimtek ini merupakan buah dari audiensi Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui kepala daerah dan dinas Perdagkop UKM ke Kementerian Koperasi dan UKM beberapa waktu lalu, atas program unggulan di sektor Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) yang merupakan agenda prioritas pembangunan di Kabupaten Limapuluh Kota,” ujarnya.
Dikatakan, terselenggaranya pelatihan yang diselenggarakan Kemenkop UKM bagi pelaku usaha di Kabupaten Limapuluh Kota, merupakan bentuk komunikasi intensif antara Pemerintah Pusat dan Daerah. “Kami mengapresiasi Kemenkop UKM dan Dinas Perdagkop UKM atas terselenggaranya pelatihan bagi pelaku usaha homestay untuk pertama kalinya di Kabupaten Limapuluh Kota,” kata Safaruddin.
Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kemenkop UKM Ari Anindia, menjelaskan, terselenggaranya pelatihan bagi pelaku homestay merupakan respon dari Kemenkop UKM atas audiensi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota beberapa waktu lalu. Kemudian pelatihan yang dilaksanakan, terkhusus bagi pelaku usaha homestay di wilayah Geopark Harau dan Kawasan Sarugo.
“Untuk tahap awal, kami fokus untuk wilayah pengembangan destinasi wisata utama di Limapuluh Kota, harapannya kedua destinasi tersebut dapat meningkatkan kunjungan ke kawasan tersebut. Kemudian Kemenkop UKM bekerja sama dengan lembaga Diklat untuk memberikan pelatihan dengan harapan para peserta dapat mempraktikkan ilmu yang didapat dalam upaya meningkatkan perekonomian lintas sektoral di Kabupaten Limapuluh Kota,” ucapnya. 207












