Opini  

Kecurangan dan Topan Nabi Nuh

By : Yondrival

Benarkah semua itu? Benarkah telah terjadi kecurangan atas rekayasa peminpin tertinggi bangsa? Entahlah, penulis betul-betul awam tentang hal itu.

Andaikata benar, bagi penulis betul-betul amat sangat mengerikan. Bagaimana tidak, karena kecurangan itu hanya mampu dilakukan oleh orang yang akhlaknya buruk. Orang yang berakhlak baik jangankan untuk melakukan, berfikir tentang kecurangan saja badannya sudah menggigil, karena mereka takut sama azab Tuhan mereka.

Semakin mengerikan karena kecurangan tak mungkin dilakukan sendirian. Pasti membawa serta sejumlah orang lain. Orang-orang yang terseret pastilah mereka yang akhlaknya kurang baik, karena orang-orang beriman dan taqwa pasti menolak dengan tegas setiap ajakan kecurangan.

Seberapa banyaknya saudara kita yang terseret kedalam kecurangan itu? Entahlah, yang jelas DPT pemilu kali ini mencapai 204,8 juta. Jika separohnya saja yang terseret kedalam kecurangan, berarti disekitar kita bergentayangan seratus juta lebih orang-orang yang akhlaknya dalam tanda kutip.

Seburuk itu akhlah bangsa kita? Bukankah para ulama dan pemuka agama tak pernah berhenti mensyiarkan akhlah mulia. Apakah ini bukti bahwa ulama sebagai pewaris dan pengganti Nabi sudah tidak didengar lagi?

Membayangkan itu semua, penulis jadi ingat akan kisah topan Nabi Nuh. Allah SWT mendatangkan topan dan banjir karena buruknya akhlak umat.

Beratus-ratus tahun umat tidak mendengar syiar Nabi Nuh sebagai utusan Allah. Allah murka dan mendatangkan topan dan banjir yang hanya menyisakan Nabi Nuh dengan 80 rang umat yang beriman. Mereka-mereka yang sudah sangat kurang ajar mati digulung banjir bandang.

Lebih mengerikan lagi kalau kita ingat bahwa Muhammad SAW adalah Nabi Terakhir. Artinya, Allah tidak akan mengutus lagi Nabi baru dan menurunkan firman baru untuk menyadarkan umat-Nya yang asyik maksyuk melakukan kecurangan.

Juga bermakna bahwa, Allah akan manangani sendiri kerusakan akhlak umatNya bila Ulama telah kehabisan daya.

Bila Allah melihat kerusakan akhlak bangsa kita sudah sangat buruk, sama buruknya dengan akhlak umat Nabi Nuh, mungkin saja Allah akan mendatangkan azab serupa topan yang ditimpakan kepada umat Nabi Nuh.

Topan Nabi Nuh bukanlah sebuah dongeng tapi pesan Allah kepada kita bahwa Allah mampu mendatangkan azab serupa topan Nabi Nuh tersebut kepada kita.