Solok  

Kapolda Sumbar Pimpin Penanganan Galodo di Solok

Kapolda Sumbar di lokasi bencana. (ist)

PADANG – Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mengerahkan 300 personel Brimob ke lokasi galodo yang melanda Kabupaten Solok, Selasa (29/9).

Ratusan personel sengaja dikerahkan untuk mempercepat penanganan bencana banjir maupun evakuasi material yang berada di pemukiman warga.

“Kami juga mengerahkan personel Shabara satuan setingkat kompi (SSK) ke lokasi bencana untuk memperkuat operasi kemanusian bersama TNI, BPBD, pemerintah daerah, relawan dan unsur terkait lainnya,” kata Irjen Pol Djati.

Djati mengatakan, pengerahan kekuatan dalam jumlah besar dilakukan untuk mempercepat proses penanganan darurat, terutama membersihkan material longsor serta lumpur yang menutupi akses jalan.

Baca Juga  Tabrakan Maut di Solok, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Selain membuka kembali jalur yang terdampak, personel gabungan juga difokuskan membantu proses pencarian terhadap warga yang dilaporkan belum ditemukan.

“Polda Sumbar telah menurunkan sekitar 300 personel Brimob dan satu satuan setingkat kompi dari Sabhara. Fokus utama personel saat ini adalah membantu membersihkan material yang menutup jalan sekaligus mendukung pencarian korban,” ujar Djati.

Ia mengatakan, kehadiran personel Polri di lokasi bencana tidak hanya diarahkan pada pengamanan, tetapi juga untuk membantu seluruh kebutuhan mendesak masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Kami juga segera menyiapkan dapur umum bagi masyarakat terdampak. Dapur umum tersebut diproyeksikan membantu memenuhi kebutuhan makanan warga, petugas, serta unsur relawan yang melakukan penanganan di lapangan,” katanya.

Baca Juga  Sulap Sampah Jadi Rupiah: Kisah Pasutri di Nagari Sungai Buluh Utara Ubah Limbah Menjadi Inspirasi

Dia juga mengatakan, dalam penanganan bencana ini pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI, BPBD, pemerintah daerah, Basarnas serta unsur terkait untuk melakukan pembersihan, pencarian dan pertolongan, pengamanan kawasan hingga pelayanan terhadap masyarakat terdampak.

Kapolda juga meminta masyarakat untuk tidak mendekati lokasi yang masih berpotensi mengalami longsor susulan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama karena kondisi cuaca masih dapat berubah. Jangan memasuki area yang dinilai berbahaya dan ikuti informasi maupun arahan resmi dari petugas,” tutup Djati. 9der)