Opini  

Jauhi Narkoba, Dekati Aku Saja

Oleh Kharisma Paramitha (1804112), Universitas Perintis Indonesia

 

Tidak Asing lagi bukan dengan istilah narkoba. Beberapa pihak menyebutnya juga dengan kata NAPZA. Istilah NARKOBA atau NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah ini bukan lagi suatu kata yang dianggap baru bagi masyarakat. Pasalnya, sudah maraknya beredar kasus-kasus penyalahgunaan Narkoba yang terjadi di masyarakat, bahkan hingga menjerat beberapa public figure.

Dari pengertian Narkoba atau Napza itu sendiri dapat disimpulkan bahwa mekanisme kerja dan fungsinya sangat berkaitan erat dengan system saraf pusat, sehingga penggunaannya harus sangat diperhatikan. Pada hakikatnya, obat-obat yang tergolong kedalam narkoba adalah obat-obatan yang berkhasiat mengobati jika digunakan dalam jumlah dan indikasi yang tepat. Penggunaan Napza yang tidak sesuai dan menyalahi aturan dalam jangka panjang dapat memicu perubahan pada sel saraf dalam otak, sehingga menyebabkan gangguan pada bagian otak yang mengendalikan kemampuan berpikir dan komunikasi.

Seperti yang kita ketahui, bahwa otak merupakan pusat kendali tubuh. Semua fungsi dan kinerja dari anggota tubuh diatur dan dimuat oleh otak. Tentunya jika terjadi kesalahan pada otak, maka akan berdampak pada kinerja dan fungsi dari anggota tubuh. Penggunaan dari Napza ini dapat mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran, hingga perilaku pemakainya. Beberapa efek Napza pada otak misalnya menghambat kerja otak, hal ini disebut depresansia, hal ini akan menurunkan kesadaran hingga membuat seseorang merasa mengantuk. Obat-obat yang dapt menimbulkan efek tersebut contohnya, golongan opiodia seperti candu, morfin, heroin, dan petidin. Dampak lain pada otak yang ditimbulkan karna penggunaan Napza diantaranya

Manipulasi mood, perasaan dan perilaku

Hal inilah yang menyebabkan Napza juga disebut sebagai Zat Psikoaktif.

Memicu Otak Bekerja Lebih Keras

Selain mempangaruhi mood dan perasaan, Napza juga memiliki sifat stimulant yang mana dapat membuat otak untuk bekerja lebih keras lagi. Hal ini juga menunjukkan bahwa napza dapat menimbulkan efek euphoria bagi pemakainya. Akan tetapi, hal ini juga dapat membuat efek lain yang akan membuat penggunanya seperti menjadi lebih susah untuk tidur, gelisah, jantung berdebar lebih cepat, bahkan membuat tekanan darah menjadi meningkat. Obat-obat yang menimbulkan efek tersebut contohnya, amfetamin, ekstasi, shabu, kokain, dan nikotin yang terdapat dalam tembakau.

Cenderung Berhalusinasi

Khayalan yang terjadi pada pengguna napza biasanya merupakan khayalan yang bisa melebihi batas kewajaran. Contoh jenis napza yang membuat penggunanya berhalusinasi adalah LSD dan ganja yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk berubahnya persepsi ruang serta waktu .

Dengan banyaknya bahaya yang dapat ditimbulkan karena penggunaan napza ini, maka perlu untuk mewaspadai dan memperhatikan penggunaan dari napza itu sendiri. Napza juga dapat menimbulkan efek kecanduan bagi pemakainya jika terus menerus digunakan. Beberapa jenis napza dapat memberikan efek yang menimbulkan rasa senang pada pemakainya, dan pada akhirnya disalahgunakan, tentunya ini harus dapat kita tanggulangi dan kita hindari. Tidak hanya berbahaya untuk otak, penggunaan napza juga dapat mempengaruhi kehidupan sosial pemakainya jika terus disalahgunakan. Untuk itu, lebih baik menjauhkan diri dari Narkoba daripada harus menanggung dampak dari bahaya penggunaannya. Bentengi diri dengan Taqwa, Ilmu Pengetahuan dan selalu jalani pola hidup yang sehat. (*)