Ho Chi Minh Ramai Sepeda Motor di Siang Hari, Hangatnya Kopi di Malam Hari

Ramai sepeda motor di Ho Chi Minh. (dok)

Oleh Syafruddin

Pesawat Air Asia AK 552 terbang tenang di atas langit Vietnam selama 1,5 jam dari rute Kuala Lumpur menuju Ho Chi Minh. Ada sedikit goncangan dan turbulensi ringan yang bikin penumpang agak gamang. Tapi Air Asia ini tetap terbang terus di atas angkasa.

Berangkat dari Bandara Kuala Lumpur Internasional Airline (KLIA) ba’da zuhur sekira pukul 14.40 waktu Malaysia sampai di Ho Chi Minh Vietnam sesudah Ashar lebih kurang pukul 16.10 waktu setempat.

Ini kunjungan pertama saya ke wilayah bekas jajahan Perancis dan Amerika itu. Tujuannya Universitas Nasional Vietnam Ho Chi Minh. Perguruan Tinggi ini janjian dengan kami untuk beramah tamah membahas berbagai kemungkinan kerjasama di bidang pendidikan.

Secara umum Ho Chi Minh kota sibuk, panas dan padat. Jumlah penduduknya 9,07 juta jiwa dengan luas 2.094 km2. Sebagai bekas Ibu Kota Vietnam Selatan waktu dulu, kota ini harus melayani ribuan kepentingan penduduknya setiap hari. Mata pencaharian penduduknya terutama pekerja urban, buruh, pedagang dan karyawan pabrik.

Menariknya penduduk kota Ho Chi Minh 80% menggunakan motor atau onda. Pemandangan yang luar biasa ketika di persimpangan lampu merah ratusan motor menunggu antrean jalan. Mobil seakan terjepit diantara mereka.

Para pencinta motor Indonesia bisa naik turun jakunnya menyaksikan berbagai merek motor produk Eropa yang ditunggangi anak muda. Dibeli sangat murah untuk harga Indonesia. Motor produksi Asia banyak juga tapi yang pakai emak-emak dan bapak-bapak tua. Hehe..!

Orang Vietnam lebih suka pakai motor karena pajaknya murah. Kalau mobil pajaknya sangat mahal. Maka yang pakai hanya para juragan kaya.

Malam hari kota Ho Chi Minh menjadi lain. Malam seakan milik anak muda atau pak tua yang masih merasa muda. Kedai dan kafe buka sampai pagi. Melayani tamu riang gembira sepenuh hati.

Sajian utamanya kopi. Kopi Vietnam. Vietnam punya reputasi baik dalam memproduksi kopi dan menyajikannya menjadi minuman penghangat malam penghilang galau.

Kopi itam sedikit pahit di ujung lidah. Memberi sensasi tenang saat seruput lembut oleh bibir di sajian panasnya.

Kopi mengandung kafein. Membuat hati berdegup teratur, tenang dan hangat. Sehangat senyum gadis Vietnam saat menawarkan kopi. “Cooffe sir…?” (Ka minum kopi apak..?) Begitu kira-kira katanya. Iya kecek saya..! (***)